Home / Opini

Menyemai Talenta Indonesia Emas 2045 dari Ruang Kelas Sekolah Rakyat

Oleh : Dr. Mulyoto, M.Pd (Dosen Akademi Kepolisian)
06 Agustus 2026
Dr. Mulyoto, M.Pd (foto_AI)

​Langkah menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045 tidak ditentukan saat fajar tahun tersebut menyingsing, melainkan dari fondasi karakter dan talenta generasi muda yang dibangun hari ini. Dalam mengarungi bonus demografi, bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar kuantitas pemuda yang melimpah; yang paling krusial adalah kualitas mental, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air yang tertanam kuat dalam dada setiap calon pemimpin masa depan.

​Menjawab tantangan tersebut, aksi nyata ditunjukkan melalui kegiatan Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlangsung pada 3 hingga 7 Agustus 2026.

Hadir serentak di Sekolah Rakyat di seluruh penjuru Nusantara—termasuk menjangkau 13 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan—para taruna turun langsung menyapa, mendidik, dan menginspirasi para peserta didik. Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana dan akan dilaksanakan rutin tiap tahun sebagai wujud kontribusi strategis Akademi TNI dan Akadeni Kepolisian dalam menyiapkan talenta unggul penerus bangsa.

​Di balik seragam ketat dan ketegasan sikap para taruna, ada misi mulia penyiapan talenta nasional. Pembekalan materi kepramukaan, peraturan baris-berbaris (PBB), serta penanaman wawasan kebangsaan menjadi instrumen efektif dalam merajut karakter siswa. Latihan baris-berbaris, misalnya, tidak sekadar mengajar cara melangkahkan kaki secara serentak, melainkan melatih konsentrasi, kekompakan, integritas, serta rasa hormat terhadap kepemimpinan dan aturan. Sementara itu, kegiatan kepramukaan mengasah kemandirian, daya tahan, dan kepedulian sosial—fondasi penting bagi talenta masa depan dalam menghadapi dinamika global yang makin kompleks.

​Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, kehadiran para taruna Akademi TNI dan Akpol menghadirkan sosok panutan (role model) yang nyata bagi anak-anak di Sekolah Rakyat. Interaksi langsung ini membuka cakrawala berpikir peserta didik, membakar semangat cita-cita mereka, dan menyadarkan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyiapan talenta unggul bukan hanya soal mencetak kemampuan akademis, melainkan menempa ketahanan mental dan kecintaan mendalam terhadap tanah air.

​Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika bonus demografi dikelola dengan kesadaran penuh. Ketika generasi muda dibekali dengan kedisiplinan tinggi, semangat kebangsaan yang kokoh, serta kecakapan kepemimpinan sejak dini, maka lompatan kemajuan bangsa bukan lagi sekadar angan-angan. Kegiatan Taruna Bhakti di Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara calon pemimpin pertahanan dan keamanan negara dengan dunia pendidikan dasar mampu menyemaikan benih-benih unggul. Melalui sentuhan kedisiplinan dan jiwa patriotisme ini, kita optimistis menyongsong masa depan Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

 (penulis)


Reporter: Penulis

BERITA TERKAIT