PADANG, OT - Manajemen Semen Padang FC bergerak cepat mencari pengganti pelatih kepala setelah memutus kerja sama dengan Dejan Antonic. Kurang dari 24 jam setelah pengumuman perpisahan tersebut, klub berjuluk Kabau Sirah itu langsung memperkenalkan pelatih baru melalui akun Instagram resmi club.
Dikutip dari unggahan resmi Semen Padang, manajemen secara resmi menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala baru Semen Padang FC. Mantan pelatih Malut United FC itu dijadwalkan segera bergabung dengan tim untuk memimpin persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
Tantangan berat langsung menanti Imran Nahumarury pada laga perdananya. Dia akan memimpin Semen Padang FC menghadapi PSBS Biak pada Senin, (9/3/2026).
Penunjukan Imran Nahumarury sebagai coach Semen Padang membuat Malut United dan Semen Padang bertukar pelatih. Diketahui pelatih kepala Malut United FC saat ini, Hendri Susilo merupakan mantan pelatih Semen Padang pada kompetisi Liga 1 musim 2024.
Imran Nahumarury bukan sosok asing di dunia sepak bola nasional. Pria kelahiran Tulehu tersebut dikenal sebagai mantan gelandang Timnas Indonesia pada era 2000-an. Pengalaman sebagai pemain nasional itu kemudian dilanjutkan ke dunia kepelatihan.
Dalam karier sebagai pelatih, Imran pernah menangani sejumlah klub di kompetisi sepak bola Indonesia. Dia tercatat pernah melatih PSIS Semarang serta Dewa United di kompetisi Liga1.
Salah satu pencapaian penting dalam karier kepelatihannya terjadi saat menangani Malut United. Di bawah arahannya, klub tersebut berhasil meraih tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2024/2025.
Namun kebersamaan Imran dengan Malut United tidak berlangsung lama. Kerja samanya dengan klub berjuluk Laskar Kie Raha itu berakhir pada Juni 2025 setelah kontraknya tidak diperpanjang.
Kini, Imran Nahumarury diharapkan mampu membawa angin segar bagi Semen Padang FC yang tengah berupaya meningkatkan performa tim di kompetisi musim ini.
Kehadirannya diharapkan dapat memberikan strategi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain Kabau Sirah dalam menghadapi pertandingan-pertandingan penting di sisa kompetisi.
(fight)









