MOROTAI, OT - Warga Kecamatan Morotai Jaya (Morja) dan Morotai Utara (Morut), Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), yang menjadi korban banjir keluhkan bantuan dari Pemerintah kabupaten setempat.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pulau Morotai dalam tiga hari terakhir membuat sejumlah Desa yang ada di dua kecamatan terendam air, bahkan beberapa Desa mengalami banjir.
Data yang dikantongi indotimur.com, Desa Sopi, Towara dan Pangeo Kecamatan Morja juga Desa Lusuo, Loleojaya, Sakita dan Tawakali Kecamatan Morut paling terdampak banjir.
Sementara dari kondisi tersebut warga korban banjir mengeluh bantuan dari Pemda setempat, hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Sakita Jonis Tebi, Rabu (08/01/2020).
“Sangat disayangkan semenjak kemarin hingga kini banjir di dua Desa (Loleo dan Sakita-red) tidak ada bantuan dari dinas terkait,” kata Jonis.
Dia mengaku, hingga saat ini belum ada bantuan yang diterima warga terdampak genangan air, "Untuk bantuan berupa makanan instant belum juga diberikan Pemda Morotai. Saat ini belum ada bantuan sedikitpun, biarpun nasi sesendok tidak ada" keluhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad M Kharie melalui telepon selularnya mengatakan, pasca musibah, pemerintah langsung berkoordinasi dengan instansi tekhnis termasuk TNI untuk menanggulangi musibah yang terjadi di Morotai.
"Kemarin itu, saya langsung pimpin tim turun langsung, jadi banjir itu bukan hanya di Sakita dan Sopi, cukup banyak Desa yang terendam banjir, jadi kemarin tim abru sampai di Desa Tawa Kali, tim tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena ketinggian air mencapai 1,5 meter," kata Sekda
Menurut Sekda, karena tidak bisa meneruskan perjalanan, tim kemudian mencari alternatif melalui jalur laut, "tetapi juga tidak bisa karena kondisi laut tidak bersahabat, alhirnya kita berkomunikasi saja kepada aparatur Kecamatan, dan perangkat untuk terus memantau dan melakukan pendataan sekaligus melapor perkembangan yang ada di sana (daerah terdampak-red)," terangnya.
Pemerintah, kata Sekda teeus memantau dan berupaya melakukan upaya-upaya penanganan terhadap masyarakat terdampak banjir, "hari ini kita juga sudah rapat dengan Forkompimda dipimpin oleh Wakil Bupati terkait pengiriman bantuan dan lain sebagainya," ujar Sekda.
Bahkan, lanjut Sekda, informasi yang diterima, pihak Kodim sudah menuju ke lokasi, hanya saja hingga sekrang belum diketahui, apakah pendistribusian itu sampai ke lokasi atau belum, "kita tidak diam menghadapi musibah ini, ini masyarakat kita, kita tidak mungkin diam," pungkasnya. (hiz)













