TERNATE, OT - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, selama tahun 2019 telah menangani 44 kasus bencana di provinsi Maluku Utara (Malut).
Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah mengatakan, penyelenggaraan operasi SAR tahun 2019 di wilayah Maluku Utara mulai 1 Januari-31 Desember 2019 hari ini, Basarnas Ternate telah menanggani 44 kejadian musibah.
Dari jumlah itu, kata Arafah, untuk kecelakaan kapal sebanyak 36 kejadian, kecelekaan bencana alam sebanyak 1 kejadian dan kecelakaan kondisi membahayakan jiwa manusia sebanyak 7 kejadian.
"Dari 44 kejadian ini yang menjadi korban sebanyak 319 jiwa," kata Arafah kepada wartawan termasuk indotimur.com pada Selasa (31/12/2019).
Untuk 319 jiwa yang menjadi korban ini terbagi sebanyak 270 berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, sisanya 18 orang meninggal dunia dan sebanyak 31 jiwa dinyatakan hilang.
“Dengan capaian kinerja SAR Ternate selama 2019, kami Basarnas Ternate akan terus melakukan pemantauan kejadian yang terjadi di wilayah Malut. Bahkan jika masyarakat yang melakukan aktivitas dimanapun, apabila ada kejadian kecelakaan musibah agar segera menghubunggi Basarnas Ternate di imergency di nomor 115,” ujarnya.
Arafah menambahkan, dirinya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara, TNI Polri Dinas Perhubungan Kota Ternate, wartawan yang selalu menjadi mitra yang baik kami dalam membulikasi kinerja kami selama tahun 2019 beserta masyarakat Maluku Utara atas penyelenggaraan operasi SAR.(ian)













