Home / Nusantara

PT Smart Marsindo Buktikan Good Mining Practice Bisa Berjalan Selaras dengan Pemberdayaan Sosial

14 Januari 2026
Mobil bus dan truk yang diberikan kepada warga pulau gebe

HALTENG, OT- Industri pertambangan nikel nasional kini tengah menghadapi tuntutan global untuk menerapkan praktik berkelanjutan. Di tengah tantangan tersebut, PT Smart Marsindo muncul sebagai pionir yang membuktikan bahwa penerapan Good Mining Practice (GMP) tidak harus mengorbankan kepentingan sosial, melainkan justru menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di Pulau Gebe, Halmahera Tengah.

Sebagai pemegang status Clean and Clear (CnC), PT Smart Marsindo menegaskan komitmennya bahwa keberhasilan operasi pertambangan diukur dari dua sisi: kepatuhan regulasi lingkungan dan kedalaman dampak sosial yang dihasilkan.

Integrasi Ekonomi Sirkular dalam Reklamasi

Salah satu poin krusial dalam GMP adalah reklamasi pasca-tambang. Namun, PT Smart Marsindo melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan ekonomi sirkular ke dalam agenda restorasi ekologi mereka.

Hingga saat ini, lebih dari 4.000 pohon jenis Cemara Laut, Mahoni, Casuarina, hingga Bintangor telah tertanam di lahan bekas tambang. Uniknya, seluruh proses pembibitan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat lokal. Perusahaan memberikan insentif tunai sebesar Rp3.000 untuk setiap satu polybag bibit yang disemai oleh warga.

"Kami tidak ingin reklamasi hanya menjadi kewajiban administratif. Kami ingin warga merasa memiliki (sense of belonging) terhadap alam mereka kembali, sembari mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari proses tersebut," ujar Direktur PT Smart Marsindo, Jilly R. Lumankum, dalam pernyataan resminya yang di terima Indotimur.com, Rabu (14/1/2026). 

Membangun Fondasi Masa Depan melalui Pendidikan

Komitmen sosial perusahaan juga menyasar sektor paling fundamental: Pendidikan. PT Smart Marsindo menyadari bahwa masa depan Pulau Gebe bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Langkah nyata diambil melalui pembangunan gedung SMAN 3 Pulau Gebe.

Tak berhenti pada fisik bangunan, perusahaan juga menyediakan Bus Sekolah. Mengatasi kendala transportasi siswa dari desa-desa terpencil.

Literasi Digital Hibah 20 unit laptop untuk memastikan siswa di wilayah timur Indonesia memiliki kompetensi teknologi yang setara dengan wilayah perkotaan.

Menembus Isolasi Geografis Secara geografis, Pulau Gebe memiliki tantangan konektivitas yang tinggi. Menjawab hal ini, PT Smart Marsindo menghibahkan unit ambulans untuk layanan kesehatan darurat dan speed boat bermesin bagi masyarakat Umiyal di Pulau Yoi. Langkah ini efektif memutus isolasi yang selama ini menghambat mobilitas ekonomi dan kesehatan warga.

Jilly R. Lumankum menutup dengan pesan kuat mengenai filosofi perusahaan, "Bagi kami, kesuksesan bukan tentang apa yang kami ambil dari perut bumi, tapi apa yang kami tinggalkan untuk masa depan. Ini adalah cara kami menjaga marwah perusahaan dan amanah warga,"tutupnya.

Model integrasi yang diterapkan PT Smart Marsindo mendapat apresiasi dari Koordinator Pemerhati Kelola Sumber Daya Alam (PKSDA), Hamdan Halil menilai perusahaan ini telah berhasil menetapkan standar baru dalam industri pertambangan.

"PT Smart Marsindo telah melampaui ekspektasi. Mereka memadukan disiplin regulasi dengan empati sosial yang sangat tinggi. Model pembangunan sekolah, pengadaan bus, hingga insentif reklamasi adalah benchmark atau rujukan nasional bagi pengelolaan sumber daya alam yang paripurna,"jelas Hamdan. 

 (red)


Reporter: Supriono Sufrin
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT