Home / Nusantara

Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Maluku Utara

BMKG Beri Warning Untuk Nelayan dan Jasa Pelayaran
15 Juli 2026

TERNATE, OT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate secara resmi mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sebagian besar wilayah perairan Maluku Utara yang berlaku mulai tanggal 15 hingga 18 Juli 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, melalui Ketua Tim Forecaster Muhammad Fauzi Bintang, menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh pola pergerakan angin di wilayah Indonesia.

Di wilayah utara ekuator, angin umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 33 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bertiup dari Tenggara dengan kecepatan 7 hingga 34 knot.

"Kecepatan angin tertinggi saat ini terpantau di beberapa titik, termasuk di Laut Maluku, Samudera Hindia Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan NTB, Samudera Pasifik Utara Papua, dan Laut Arafuru," ungkap Fauzi dalam rilis resminya pada Rabu (15/7/2026).

Akibat pergerakan angin kencang tersebut, rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Fauzi memaparkan bahwa gelombang tinggi ini berpeluang terjadi di sejumlah titik perairan strategis, di antaranya, Perairan Selatan dan Utara Taliabu, Perairan Timur dan Barat Sanana, Perairan Utara Mangoli, Perairan Barat Daya, Barat Laut, dan Tenggara Obi, Perairan Barat Bacan dan Barat Kayoa serta Perairan Timur Kepulauan Halmahera dan Perairan Gebe

BMKG mengingatkan bahwa situasi cuaca ini membawa risiko besar bagi keselamatan transportasi laut.

Perahu nelayan akan sangat terancam jika kecepatan angin menyentuh 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara , bagi kapal tongkang, risiko keselamatan mengintai apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,5 meter.

Menyikapi potensi bahaya tersebut, BMKG mengimbau kepada para nakhoda, motoris, nelayan, serta seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan selama berlayar.

"Jika kondisi laut sedang mengalami gelombang tinggi, jangan memaksakan kehendak untuk tetap berlayar. Lebih baik menangguhkan keberangkatan demi keselamatan bersama," imbau BMKG.

Pihak BMKG juga meminta perusahaan pelayaran dan masyarakat luas untuk terus memantau dan memperbarui informasi resmi mengenai kondisi cuaca serta tinggi gelombang secara berkala, baik melalui saluran komunikasi BMKG maupun instansi berwenang setempat.

 


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT