TERNATE, OT - Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di wilayah Maluku Utara pada periode 5 hingga 8 Maret 2026.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate dalam rilisnya yang diterima redaksi indotimur.com menyebutkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.
Sedangkan wilayah Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Utara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot.
"Tinggi gelombang di perairan Maluku Utara rata-rata mencapai 1,25 - 2,5 meter," tulis BMKG dalam rilisnya.
Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Tenggara Morotai, Timur Laut Morotai, perairan Kepulauan Loloda, Kepulauan Batang Dua, perairan Ternate, perairan Barat Bacan, Barat Daya Obi, Utara Mangoli, dan perairan Barat Laut Obi.
Selain itu, tinggi gelombang 1,25 hingga 2,25 meter juga berpeluang terjadi di perairan Barat Laut Morotai, Tenggara Morotai, perairan Halmahera Barat, perairan Timur Kepulauan Halmahera, Barat Kayoa, perairan Gebe, Timur Sanana, Utara Taliabu serta perairan Barat Daya Morotai.
Dengan kondisi ini, BMKG meminta perahu nalayan untuk mewaspadai kecepatan angin yang mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Untuk kapal jenis tongkang, BMKG menghimbau agar mewaspadai kecepatan angin yang mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kepada nakhoda juga motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut, BMKG meminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berlayar.
Kepada masyarakat yang akan melakukan pelayanan juga diminta mencermati kondisi cuaca terutama jika kondisi laut bergelombang.
(fight)









