Home / Kabar Kota Tidore

Pastikan MBG Berjalan Baik, Komisi I DPRD Tidore Tinjau Dapur dan Sekolah di 8 Kecamatan

09 Februari 2026
Ketua Komisi I DPRD Kota Tidore Sarmin Mustari

TIDORE, OT- Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan Sarmin Mustari memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Tidore Kepulauan sejauh ini berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikan setelah Komisi I ditugaskan untuk melakukan cross-check langsung ke lapangan, khususnya ke sejumlah dapur di masing- masing kecamatan.

Sarmin Mustari menjelaskan, dari delapan kecamatan yang ditinjau, terdapat dua kecamatan yang masih dalam tahap rehabilitasi dapur, yakni Kecamatan Oba dengan lokasi dapur di Desa Bale serta Kecamatan Oba Selatan yang dapurnya berada di Desa Wama.

“Untuk Kecamatan Oba Tengah, dapurnya direncanakan berlokasi di Lileo dan ditargetkan selesai kurang lebih tiga bulan ke depan. Sementara Kecamatan Oba Utara, dapur sudah berada di Kelurahan Gura Ping dan distribusinya berjalan dengan baik,” jelas Sarmin.

Sementara di wilayah Pulau Tidore, Sarmin menyebutkan bahwa Kecamatan Tidore Selatan memiliki dapur di SPN, sedangkan Kecamatan Tidore Utara direncanakan berlokasi di Kelurahan Omeh. Saat ini, distribusi makanan masih difokuskan ke Kelurahan Kelodi, meskipun terdapat kendala jarak dan keterbatasan kendaraan.

“Karena kendala rentang kendali dan akses kendaraan, kami menyarankan agar jika memungkinkan dapat disiapkan dapur alternatif di tingkat kelurahan, supaya distribusi lebih efisien dan tepat waktu,” ujarnya.

Dia menambahkan, pola dapur induk dan dapur penunjang juga diterapkan di wilayah Oba. Selain dapur induk di Desa Bale, disiapkan dapur penunjang di Kususnopa. Begitu pula di Oba Selatan, selain dapur utama di Desa Wama, tengah dirancang dapur penunjang di sekitar Desa Lifofa atau Desa Tagalaya.

Dalam pengecekan langsung ke dapur dan sekolah- sekolah, dirinya memastikan bahwa ketersediaan bahan baku relatif aman. Selama sekitar empat hingga lima bulan pelaksanaan program, hampir seluruh bahan baku berasal dari wilayah Kota Tidore Kepulauan.

“Untuk saat ini, yang masih disuplai dari luar daerah hanya ayam dan telur, karena ketersediaan peternak lokal belum mencukupi. Sementara bahan baku lainnya semuanya berasal dari Tidore, termasuk tenaga kerja yang semuanya merupakan putra-putri daerah,” ungkapnya.

Terkait penerima manfaat, Sarmin menegaskan bahwa hasil pemantauan Komisi I di sejumlah sekolah belum menemukan adanya keluhan, baik dari pihak sekolah maupun siswa.

“Dari hasil cross-check kami, siswa dan sekolah justru merasa bersyukur dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini. Sampai hari ini belum ada keluhan yang kami temukan,” pungkas Sarmin Mustari.

 (Rayyan)


Reporter: Rayyan
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT