Home / Hiburan / Komunitas
30 Juni 2019

Para Mantan Ketua KNPI Dukung Irman Saleh Pimpin KNPI Malut Periode 2019-2022

Suasana diskusi

TERNATE, OT- Diskusi kepemudaan yang digagas oleh Calon ketua DPD KNPI Provinsi Malut, Irman Saleh dengan mengusung tema Bacarita (bercerita) Pemuda KNPI lintas Generasi, yang dipusatkan di benteng Oranje Ternate, Sabtu (29/6/2019) malam tadi, mendapat apresiasi dari para mantan ketua KNPI Malut.

Para mantan ketua yang hadir dalam diskusi tersebut dan juga sebagai narasumber, yakni Malik Ibrahim, Thamrin Ali Ibrahim, Asghar Saleh, Masri Hidayat dan Abubakar Abdullah, bukan hanya memberikan apresiasi. Namun mereka juga mendukung Irman Saleh untuk maju bertarung sebagai ketua KNPI Malut periode 2019-2022.

Selain bernostalgia apa yang pernah dikerjakan pada masa kepemimpinan mereka, para mantan ketua juga memberikan motivasi dan ide yang menjadi tuntutan ketua KNPI Malut Periode selanjutnya. Selanjutnya mereka juga memberikan masukan dan arahan untuk calon ketua KNPI Malut Irman Saleh.

Malik Ibrahim, mantan Ketua DPD KNPI kabupaten Maluku Utara dan mantan ketua DPD KNPI pertama Provinsi Maluku Utara menyampaikan, di era melenial semua mengalami perubahan besar dalam cara pandang, logika dan persepsi bahwa pemuda bukan saja  berada di alam global tapi juga menjadi generasi visual dan generasi digital yang bisa saling melihat dan mendengar.

“Situasi ini seharusnya menjadi tantangan bagi KNPI untuk segera melakukan inovasi dengan pendidikan politik yang komunikatif, egaliter dan memberi solusi  atas masalah yang dihadapi milineal serta membangun moralitas politik baru melalui kolaborasi dan jejaring  pemuda berintegritas,” kata Malik.

Sementara Asghar Saleh yang juga salah satu mantan ketua KNPI menambahkan, politik indentitas jangan sampai menjadi pengaruh yang bisa membuat kerja-kerja kepemudaan bisa terhambat sehingga dapat merugikan, karena hal tersebut sangat tidak memberikan perubahan dalam kerja-kerja kepemudan maupun di masyarakat.

Beda halnya denga nAbubakar Abdulah. Kata dia, seorang pemimpin harus memililiki kompotensi karena itu adalah syarat seorang pemimpin. Selain itu, memiliki integritas dan harus memiliki visi kebangsaan. “Ini yang harus menjadi prioritas utama dari seorang pemimpin," terang Abubakar.

Sedangkan, calon ketua KNPI Malut Irman saleh menyampaikan, dirinya ikut bertarung di KNPI Malut karena banyak persoalan yang terjadi di internal KNPI hingga terjadi beberapa kubu, namun bukan berarti dijadikan sebagai tolak ukur untuk tidak bisa berkontribusi, akan tetapi ada kepentingan yang memang sengaja untuk membuat KNPI pecah.

Mennurutnya, KNPI periode selanjutnya harus melawan dan memerangi kehancuran generasi, seperti korupsi, narkoba dan sejenisnya. “Ini harus dilawan karena merusak generasi dan yang terpenting pemuda harus punya jiwa literasi karena itu adalah fungsi dari menjaga kestabilan persoalan yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

“Pemuda yang berliterasi adalah pemuda yang mampu memberikan perubahan di masyarakat,” demikian dikatakan Irman.(MG_02)


Reporter: Munawir Suhardi