HALSEL, OT - Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin memimpin Rapat Evaluasi Percepatan penurunan Stunting Semester 1 Tahun 2026 di ruang rapat lantai II kantor Bupati Halmahera Selatan, Selasa (11/8/2026)
Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.
Kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi terhadap capaian program selama Semester I Tahun 2026 sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan program pada semester berikutnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Muchsin mengatakan, stunting bukan semata mata persoalan kesehatan, namun stunting adalah persoalan pembangunan manusia dan masa depan daerah.
Karena itu, lanjut Helmi, penanganannya tidak dapat dibebankan hanya pada Dinas kesehatan atau sektor kesehatan saja, namun membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah Kecamatan dan Desa, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat serta keluarga.
Ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah berkomitmen untuk menjadikan percepatan stunting sebagai salah satu agenda penting pembangunan daerah.
"Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kerja yang terencana, terukur, terintegrasi, berbasis data dan berkelanjutan," tandasnya.

Menurut Wabup, rapat evaluasi hari ini menjadi sangat penting, karena momentum ini tidak hanya ingin mengetahui berapa capaian yang telah diperolehan selama semester 1 tahun 2026, tetapi yang lebih penting adalah mengetahui apa yang sudah berhasil, apa yang belum berhasil, apa kendalanya dan apa yang harus dilakukan pada semester II.
Dikatakan, agenda pertama yang perlu menjadi perhatian bersama adalah capaian aksi konvergensi percepatan penurunan Stunting semester 1 menjadi dasar untuk memperbaiki perencana dan pelaksanaan program pada semester II Tahun 2026.
Selain itu, lanjut Helmi, rapat tersebut juga membahas capaian intervensi spesifik dan persiapan survei kesehatan Indonesia.
Intervensi spesifik, menurut Helmi, harus benar benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan terutama ibu hamil ibu menyusui, bayi ,balita, remaja putri serta keluarga yang memiliki resiko stunting.
Pada kesempatan itu, Wabup Halsel mengingatkan, keberhasilan intervensi bukan hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, tapi dari cakupan, ketepatan sasaran, kualitas pelayanan serta perubahan kondisi masyarakat yang menjadi sasaran intervensi.
Wabup Halsel juga mengajak untuk menjadikan evaluasi semester 1 Tahun 2026 ini sebagai komitmen untuk mempercepat langkah, memperkuat kolaborasi dan memastikan tidak ada keluarga dan anak yang terlewatkan dari intervensi.
"Saya berharap pada semester II tahun 2026 kita dapat menunjukan capaian yang lebih baik, bukan hanya dari sisi angka tetapi juga dari sisi kualitas pelayanan dan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat," harapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda, para Assisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, pengurus Tim Penggerak (TP) PKK, Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), PDAM, RSUD Labuha, Baznas para Camat dan Penyuluh KB se-Halmahera Selatan.
(@by)
















