Home / Berita / kesehatan

Pelajar di Kota Ternate Terkonfirmasi Positif Covid-19, Satgas Akan Hentikan Belajar Tatap Muka

16 Februari 2021
M Arif Gani (foto Nawir)

TERNATE, OT - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Ternate mengklaim telah menyurat ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate untuk mempertimbangkan kembali simulasi kegiatan belajar mengajar tatap muka yang saat ini tengah berlangsung.

Hal ini dilakukan menyusul temuan Satgas dalam sepekan terakhir terdapat sejumlah pasien positif Covid-19 yang berusia pelajar.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 bersama Disdik dan pihak sekolah telah bersepakat, jika dalam pelaksanaan simulasi sekolah tatap muka ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan, maka belajar tatap muka akan dihentikan dan kembali memberlakukan sistem online atau daring.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Ternate, M Arif Gani kepada wartawan mengatakan, sejumlah sekolah di Ternate telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sejak Januari lalu.

Meski demikian, dia menyatakan, kebijakan tersebut masih bersifat simulasi, tergantung situasi dan kondisi.

Menurutnya, Satgas berencana menghentikan simulasi belajar mengajar tatap muka setelah Satgas mencatat sejumlah pasien usia sekolah terkonfirmasi positif covid-19.

“Kemungkinan besar akan dilakukan kembali secara daring, karena ditemukan ada beberapa siswa usia SD dan SMP di Kota Ternate yang terkonfirmasi positif covid-19," kata Arif.

Dia mengaku, Satgas telah berkoordinasi dengan Disdik terkait masalah ini, sehingga keputusannya ada pada Dinas Pendidikan, tapi kemungkinan besar sekolah di Kota Ternate akan melakukan pembelajaran secara daring.

Sejauh ini, lanjut dia, Satgas Covid-19 mencatat ada anak dengan usia 9 hingga 13 tahun yang terkonfirmasi positif covid-19. Itu artinya, mereka ini masih duduk di bangku sekolah, sehingga kita menyurat ke Dinas Pendidikan.

Berdasarkan data yang dikantongi indotimur.com, terdapat tiga pasien dengan usia sekolah. Dari tiga pasien tersebut, dua diantaranya berusia sekolah dasar, sedangkan satu lainnya berusia tingkat SMP.(awie)


Reporter: Munawir Suhardi
Editor: Faujan A. Pinang