TERNATE, OT - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada 2 April 2026 menyebabkan dampak signifikan di wilayah Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum, serta membuat sebagian masyarakat harus mengungsi sementara demi keselamatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah warga yang sempat mengungsi akibat bencana tersebut tercatat sebanyak 2.024 orang, terdiri dari 1.009 laki-laki dan 1.025 perempuan. Di antara para pengungsi tersebut juga terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan, yaitu 26 bayi, 113 balita, 15 ibu hamil, 7 ibu nifas, dan 193 lanjut usia (lansia).
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 April 2026. Pada masa tanggap darurat ini, pemerintah bersama berbagai unsur terkait memfokuskan upaya pada penyelamatan warga, evakuasi, penanganan kebutuhan dasar masyarakat, serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Setelah dilakukan evaluasi kondisi di lapangan dan situasi dinilai mulai terkendali, Pemerintah Kota Ternate menetapkan bahwa masa tanggap darurat berakhir pada 15 April 2026. Selanjutnya, wilayah Pulau Batang Dua memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan selama 60 hari, terhitung mulai 16 April hingga 14 Juni 2026.
Pada tahap ini, pemerintah mulai memfokuskan upaya pada proses pemulihan secara bertahap, termasuk perbaikan infrastruktur, fasilitas umum, serta pemulihan aktivitas masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Ternate memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal selama masa tanggap darurat hingga masa transisi menuju pemulihan.
Sejak terjadinya bencana, Dinas Kesehatan Kota Ternate telah melakukan berbagai upaya penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak dengan mendirikan posko-posko kesehatan di lokasi terdampak.
Melalui posko tersebut, tenaga kesehatan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan bagi warga yang sakit, serta melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
Pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Mayau yang berada di wilayah Pulau Batang Dua, serta didukung oleh Tim Pelayanan Kesehatan Terpadu yang terdiri dari para relawan berbagai organisasi profesi kesehatan di Kota Ternate yang turut berpartisipasi memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Selama periode 2 hingga 15 April 2026, jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh posko kesehatan tercatat sebanyak 347 pasien. Berdasarkan data pelayanan kesehatan di posko, terdapat 10 penyakit terbanyak yang ditangani, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, gout arthritis, low back pain, vertigo, tonsilofaringitis akut, dispepsia, anemia, mialgia, dan osteoartritis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, menyampaikan pihaknya terus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai selama masa pemulihan.
“Memasuki masa transisi menuju pemulihan di Kecamatan Pulau Batang Dua, kami memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan tim kesehatan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat serta memberikan pelayanan medis yang dibutuhkan,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat hingga masa transisi ini, tenaga kesehatan tetap siaga untuk mengantisipasi berbagai potensi masalah kesehatan yang dapat muncul pascabencana, seperti penyakit menular, gangguan kesehatan lingkungan, serta pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia.
Selain pelayanan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah timbulnya penyakit di lingkungan yang terdampak bencana.
Dinas Kesehatan Kota Ternate juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, termasuk memastikan ketersediaan obat-obatan, tenaga kesehatan, serta layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di Pulau Batang Dua.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan bersama-sama mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara normal,” tambahnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana di Kecamatan Pulau Batang Dua.
(fight)











