HALTENG, OT- Baru 6 Bulan dilantik, Kepala Desa (Kades) Nursifa Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mendorong insdustri perikanan berbasis desa.
Saat ini pengembangan usaha perikanan berskala desa yang didorong oleh Pemerintah Desa Nursifa, kecamatan Patani Timur dalam APBDes Tahun 2021 telah direalisasi pelaksanaannya di lapangan. Salah satunya adalah pengadaan cold storage mini (alat pembuat es batu) skala rumahan. Mesin ini dikatakan mampu memproduksi es 100 buah dengan ukuran 3 kg dalam waktu hanya 4 jam.
Kades Nursifa, Latif Jafar mengatakan, mesin cold storage mini yang dibeli dari Bekasi, Jawa Barat ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nelayan di Desa Nursifa, karena memang kendala utama nelayan disini ketika pergi mancing adalah kurang tersedianya es batu untuk ikan.
Menurutnya, satu nelayan di Desa Nursifa membutuhkan es ukuran standar antara 100-200 buah saat melaut. Banyaknya es ini dikarenakan lama waktu memancing sekitar 3 hari, agar hasil ikan yang didapat bisa tetap segar tahan lama saat dijual ke pembeli ikan atau ke masyarakat di desa.
Kades yang baru menjabat kurang lebih 6 bulan ini optimis mendorong industri perikanan berbasis desa dan berharap bahwa kegiatan usaha yang dimotori Bumdes Nursifa ini, akan meningkatkan pendapatan nelayan dan memberi pemasukan bagi desa melalui Pendapatan Asli Desa (PAD).
Dengan anggaran penyertaan modal Bumdes sebesar Rp 200 juta, Bumdes Nursifa telah membelanjakan berbagai peralatan dan kebutuhan usaha penjualan ikan segar, seperti cold storage mini, coolbox, rehab ringan kios depot ikan dan instalasi air bersih untuk kebutuhan usaha es balok dan lainnya.
"Jadi Bumdes Nursifa nanti bukan hanya menjual ikan segar, tapi juga ada sub unit usaha yang khusus menangani pengelolaan dan penjualan es bagi nelayan, baik di Desa Nursifa sendiri maupun di desa tetangga, seperti Desa Sakam dan bahkan bisa ke Desa Sil dan Desa Sowoli di pesisir Halmahera Timur yang jaraknya berdekatan dengan desa kami," ucap Kades dalam keterangannya, Jumat (7/1/2022).
Dari analisa usaha yang dibuat, kata dia, untuk penjualan es nelayan oleh sub unit usaha ini, bisa mendapatkan omzet Rp 24 juta per bulan, belum lagi kalau nanti hasil penjualan ikan segar dari depot ikan Bumdes.(red)