Home / Indomalut / Halsel
24 Juni 2019

Program Pertanian Harita Nickel Untuk Warga Kawasi

LABUHA, OT- Pertanian merupakan kegiatan potensial bagi pemberdayaan masyarakat desa. Hal inilah yang menjadi dasar dibentuknya program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertanian oleh Departemen Corporate Social Responsibilty (CSR) Harita Nickel Division di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Melalui program ini, telah tercipta kerjasama yang saling menguntungkan antara warga desa dan perusahaan. Program ini berlangsung di daerah perkebunan Akelamo yang terletak tidak jauh dari permukian warga Desa Kawasi.

Belasan warga desa datang ke kebun ini setiap harinya untuk melakukan berbagai aktivitas pertanian mulai dari penggarapan lahan, penebaran bibit, pemupukan, dan lain sebagainya hingga proses panen dan pascapanen. Tim CSR Harita Nickel Division pun senantiasa mendampingi kegiatan ini agar proses produksi berjalan dengan optimal. 

Warga desa yang mengikuti program ini dibimbing secara intensif oleh tim CSR. Selain melakukan penyuluhan terkait tata cara produksi pertanian, CSR Harita Nickel Division juga menyediakan seluruh sarana dan prasarana yang mendukung terhadap program ini seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), lahan, bibit, pupuk, obat tanaman, hingga pendampingan pada proses penjualan komoditas hasil panen.

Seluruhnya dilakukan untuk mempermudah pembelajaran dan terciptanya produksi yang menguntungkan bagi para anggota program ini. 

Salah satu anggota program yang juga merupakan warga Desa Kawasi, Nafsia, mengungkapkan apresiasinya kepada perusahaan.

Menurutnya, program ini telah membantu warga desa dalam memperluas wawasan terkait kegiatan pertanian dan mampu meningkatkan pendapatan. “Pendapatan berubah, dengan adanya program pertanian ini pendapatan saya meningkat,” ungkapnya, Senin (24/6/2019).

Ia menambahkan, tidak banyak kendala selama menjalani program ini. “Hanya cuaca saja yang terkadang membatasi aktivitas di lokasi kebun,” kata Nafsia. 

Nafsia dan anggota lainnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ora Et Labora binaan CSR Harita Nickel Division baru saja memanen beragam hasil kebun di Akelamo.

Berdasarkan keterangan Staf CSR Divisi Community Development yang bertugas mendampingi para anggota di kebun, Yohanis Baba, jumlah panen per minggu beberapa komoditas di kebun ini antara lain 170 kilogram kangkung, 120 kilogram terung, 70 kilogram oyong dan 85 kilogram kacang panjang. Seluruh hasil panen tersebut kemudian dijual kepada Harita Nickel Division untuk keperluan konsumsi karyawannya.  

Kegiatan PPM Pertanian telah dicanangkan sejak 2017 lalu. Setelah berbagai persiapan rampung, barulah pada April 2018 program ini menjalani uji coba. Namun nyatanya tak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan panen perdana, sebab pada Juni-Juli 2018, para anggota telah mampu memanen hasil perkebunan mereka dan merasakan manfaat dari program ini.

Menurut Foreman act supervisor CSR Divisi Community Development, Yuliawan Prasiska, kegiatan PPM Pertanian cocok diterapkan di Desa Kawasi untuk mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada. 

“Pertanian, khususnya hortikultura, dapat menjadi lahan penghasilan utama maupun tambahan bagi warga Kawasi. Program pengembangan ini juga dapat menggairahkan sektor pertanian di Akelamo untuk terus berkembang, mengingat kebutuhan pangan terus meningkat,” ujar Yuliawan. Ia juga mengatakan bahwa ke depannya lahan pertanian Akelamo bisa menjadi lokasi agrowisata yang potensial.  

Terdapat beragam jenis buah dan sayur lainnya yang dihasilkan dari kegiatan PPM Pertanian ini seperti jagung manis, jagung hibrida, cabai, sawi, tomat, mentimun, daun bawang, semangka dan melon yang terus dikembangkan seiring dengan ekstensifikasi lahan.

Selain program pertanian berkelompok, CSR Divisi Community Develompent juga intens mengolah lahan pribadi para anggota kelompok untuk dimaksimalkan potensi budidayanya. Hal itu dilakukan dengan memberikan bantuan pembukaan lahan dengan alsintan, pemberian benih, pupuk dan obat-obatan pertanian. Para anggota pun bersyukur dengan adanya program CSR ini karena bisa mendapatkan ilmu seputar pertanian dan terjaminnya keuntungan hasil produksi. (red)


Reporter: Fauzan Azzam