TERNATE, OT - Pagi yang cerah di Kota Ternate diwarnai antusiasme tinggi ribuan pecinta olahraga lari. Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, secara resmi melepas sekitar 1.500 peserta Fort to Fort Fun Run pada pukul 06.15 WIT.
Ajang lari santai yang melintasi benteng-benteng bersejarah ini menjadi salah satu agenda pemikat dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII.
Prosesi pelepasan peserta berlangsung semarak di titik start Benteng Kalamata. Wali Kota Ternate didampingi Ketua Eksekutif JKPI, unsur Forkopimda bersama perwakilan managemen PT. Harita melepas para pelari.
Seluruh peserta kemudian menempuh rute bersejarah mulai dari Benteng Kalumata, Benteng Oranje hingga menyentuh garis finish di Benteng Toloko.
Rute yang membentang dari Benteng Kalamata hingga Benteng Toloko dirancang khusus untuk mengenalkan kekayaan situs cagar budaya Ternate kepada masyarakat luas dan para tamu delegasi.
Pemkot Ternate secara resmi berencana mengukuhkan Fort to Fort Fun Run sebagai kalender kegiatan olahraga tahunan daerah.
Agenda yang diikuti oleh hampir 1000 pelari yang berasal dari komunitas lari lokal, masyarakat Maluku Utara, hingga peserta luar daerah merupakan salah satu rangkaian agenda Rakernas XII JKPI di Kota Ternate.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ternate, Sutopo Abdullah, mengungkapkan, tingginya partisipasi masyarakat membuktikan potensi besar konsep pembauran antara olahraga dan pariwisata (sport tourism).
"Kegiatan Fort to Fort ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana efektif memperkenalkan benteng peninggalan sejarah yang menjadi identitas penting Kota Ternate," ujar Sutopo.
Dia menambahkan, penetapan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan diharapkan memberikan warna baru bagi iklim olahraga Ternate sekaligus memperkuat promosi wisata sejarah.
Melalui sinergi antara gaya hidup sehat dan pelestarian kawasan pusaka, Pemkot Ternate optimistis ajang ini mampu menarik lebih banyak wisatawan dan komunitas di masa mendatang.
Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, mengungkapkan, ajang fun run ini diinisiasi bersama Direktur Eksekutif JKPI sebagai upaya mengemas ajang olahraga menjadi kegiatan berbalut budaya. Olahraga lari dipilih karena dinilai inklusif dan diminati banyak kalangan tanpa memerlukan keahlian khusus.
“Masyarakat saat ini cenderung menyukai olahraga lari karena tidak membutuhkan keahlian lebih, hanya perlu menjaga stamina dan fisik,” ujar Tauhid.
Pelaksanaan lari kategori 5K dan 10K ini menelusuri jejak sejarah Kota Ternate, dimulai dari Benteng Kalamata, melintasi Fort Oranje, hingga berakhir di Benteng Tolukko.
Kehadiran sejumlah kepala daerah, seperti Wali Kota Surakarta, Wali Kota Probolinggo, dan Sekretaris Kota Blitar yang turut berlari, menjadi kejutan tersendiri bagi penyelenggara dan masyarakat setempat.
Tauhid juga menyampaikan apresiasinya kepada para sponsor yang mendukung kesuksesan agenda lari penutup Rakernas JKPI ini.
Dia berharap ajang serupa dapat kembali digelar di Ternate pada masa mendatang dengan skala yang lebih besar dan lebih meriah.
Rangkaian kegiatan Rakernas JKPI XII tahun 2026 di Ternate ini akan resmi ditutup pada Sabtu malam nanti melalui pergelaran Karnaval Budaya yang menampilkan keanekaragaman tradisi dari seluruh kota anggota JKPI.
(fight)





























