Home / Indomalut / Sula

Ini Alasan Pihak Masjid Raya Sanana Tidak Gunakan Batas Suci

05 Mei 2020
Pintu masuk masjid raya Sula

SULA, OT - Masjid adalah tempat beribadah (sholat berjamaah) umat muslim, sudah tentu terdapat batas dimana jamaah harus melepaskan alas kaki yang biasa disebut sebagai batas suci.

Meski demikian, di masjid raya Al Istiqomah Kabupaten Kepupaleuan Sula (Kepsul) tidak memberlakukan batas suci karena sejumlah alasan.

Amatan indotimur.com,  pada Selasa (5/5/2020), jamaah masjid terbesar di Sula itu, harus menggunakan alas kakinya ketika memasuki teras masjid hingga ke tempat wudhu.

Sadam (28) warga Desa Falahu Kecamatan Sanana, mengaku, kondisi ini sudah berlangsung lama, ""sudah hampir 5 tahun, masjid ini tidak gunakan batas suci, padahal batas suci itu sangat penting," ucap Sadam.

Menurutnya, pihak masjid tidak gunakan batas suci karena berbagai faktor, salah satunya, mesjid kerap.dimasuki anjing.

Hal senada juga disampaikan Wandie Drakel warga Desa Fatce. "Saya juga bingung, kanapa sampe sekrang ini belum ada perhatian, karena saya pernah liat anjing di teras masjid. Mungkin ini alasan takhmir masjid tidak gunakan batas suci," ujar Wandie menduga.

Sementara itu, imam masjid raya Al-Istiqamah, Munawwar Sillia ketika dikonfirmasi membenarkan penetapan batas suci sering ditanyakan jamaah.

"Apalagi jamaah yang baru sholat di masjid raya," aku imam.

Dia bahkan membenarkan kerap mendapati anjing dam kambing berkeliaran di teras masjid, "memang betul, saya sering lempar anjing dan kambing yang masuk di teras masjid dan tempat wudhu, karena saya pulang paling terakhir. Itulah alasannya kanapa kami.tidak gunakan batas suci, karena nanti jamaah berjalan diatas bekas kaki anjing," tutup imam. (red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT