Home / POLRI

Sinergi Tanpa Batas, Personel Gabungan TNI-Polri Siaga Penuh Tangani Dampak Bencana di Loloda Utara

12 Januari 2026
Personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait menggelar apel pengecekan kesiapan di Desa Doitia

HALUT, OT – Komitmen kemanusiaan terus ditunjukkan jajaran Polda Maluku Utara dalam menangani dampak bencana alam di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Sebagai langkah penguatan penanganan di lapangan, personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait menggelar apel pengecekan kesiapan di Desa Doitia, Sabtu (10/1/2026).

Apel ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi siap siaga, baik untuk mengantisipasi bencana susulan maupun mempercepat proses pemulihan pasca-bencana yang melanda pemukiman warga.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, menegaskan bahwa kehadiran Polri merupakan representasi negara yang hadir langsung untuk melindungi dan melayani masyarakat di masa sulit.

"Polri selalu berada di garis depan saat masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam situasi darurat bencana. Tugas kami melampaui penegakan hukum; keselamatan dan kenyamanan warga yang terdampak adalah prioritas utama kami saat ini," tegas Kabid Humas.

Untuk memaksimalkan penanganan, Polda Maluku Utara mengerahkan kekuatan dari berbagai lini, mulai dari jajaran Polres Halmahera Utara, Polsek Loloda Utara, Ditpolairud Polda Maluku Utara, hingga personel Brimob Kompi Kupa-Kupa.

Para personel ini bekerja sama dengan unit teknis lainnya seperti BPBD, TAGANA, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP dalam satu tim kemanusiaan yang terintegrasi. Menurutnya, fokus utama tim gabungan ini meliputi evakuasi warga di titik-titik rawan, pengamanan wilayah untuk mencegah potensi tindak kriminal di lokasi terdampak, pembersihan fasilitas umum dan rumah warga dari material sisa bencana.

Kombes Pol. Wahyu Istanto juga mengingatkan para personel di lapangan untuk tetap waspada mengingat karakteristik wilayah Loloda Utara yang tergolong rawan bencana. Koordinasi yang terukur menjadi kunci agar penanganan berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan petugas.

Selain fokus pada penanganan fisik, Polri tetap mengedepankan sisi humanis dengan mengatur jadwal kegiatan secara fleksibel. Pembersihan pemukiman dilakukan secara terjadwal agar masyarakat tetap memiliki waktu dan ruang untuk melaksanakan ibadah serta beristirahat.

“Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan secara perlahan meringankan beban psikologis maupun materiil masyarakat di Desa Doitia dan sekitarnya,” tutup Kabid Humas.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT