Home / POLRI

Refleksi Akhir Tahun 2025 Polres Haltim: Miras Ilegal Masih Jadi Benalu, Kriminalitas Naik Tipis

31 Desember 2025
Pemusnahan barang bukti di Mako Polres Halmahera Timur

HALTIM, OT – Di penghujung tahun 2025, Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Timur menyuguhkan rapor kinerjanya kepada publik. Dalam agenda rilis akhir tahun yang digelar pada Rabu, (31/12/2025), potret keamanan di wilayah ini menunjukkan dinamika yang menarik terkendali, namun tetap menyisakan sejumlah catatan merah yang perlu diwaspadai menjelang 2026.

Kapolres Halmahera Timur, AKBP B. Kusuma Ardiansyah, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) mengalami kenaikan tipis sebesar 6,67 persen dibanding tahun sebelumnya.

 "Tercatat ada 80 kejadian gangguan Kamtibmas. Meski naik, secara umum situasi masih dalam kendali berkat upaya preventif dan penegakan hukum yang konsisten," ujar Kusuma dalam keterangannya.

Satu hal yang menjadi sorotan tajam dalam rilis tersebut adalah masifnya peredaran minuman keras (miras) ilegal. Polisi mencatat sebanyak 182 kasus pengungkapan miras sepanjang 2025. Ribuan liter cairan memabukkan, mulai dari Cap Tikus hingga Saguer, berhasil disita sebelum sampai ke tangan konsumen.

Bagi Polres Haltim, miras bukan sekadar komoditas ilegal, melainkan sumbu ledak konflik sosial. "Miras sering kali menjadi pemicu tindak kriminal primer. Ke depan, kami akan memperkuat operasi gabungan dan merangkul tokoh agama untuk memutus rantai peredarannya," tegas Kapolres. 

Selain miras, kasus pencurian dengan pemberatan dan penyalahgunaan narkotika masih mendominasi peta kriminalitas di wilayah hukum setempat.

Di tengah kenaikan angka kriminalitas, Polres Haltim mencatatkan prestasi dalam menjaga ruang demokrasi. Sebanyak delapan aksi unjuk rasa yang terjadi sepanjang tahun ini berhasil diredam tanpa ada setetes pun darah yang tumpah atau fasilitas umum yang rusak. Pendekatan humanis dan komunikasi efektif dengan massa aksi disebut-sebut sebagai kunci keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah.

Namun, di balik keberhasilan itu, masih ada duka pada sektor lalu lintas. Tercatat 18 kasus kecelakaan terjadi di jalan raya sepanjang tahun ini. Angka ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Satuan Lalu Lintas untuk memperketat kampanye keselamatan dan koordinasi infrastruktur jalan dengan dinas terkait di tahun mendatang.

Menutup laporan tahunannya, AKBP B. Kusuma Ardiansyah memastikan bahwa penegakan hukum terhadap kasus-kasus sensitif, seperti kekerasan terhadap anak di bawah umur yang saat ini tengah diproses, akan dilakukan secara tegas dan transparan.

"Dengan semangat Presisi, kami menyongsong 2026 dengan optimisme. Kualitas pelayanan akan ditingkatkan, dan setiap pelanggaran hukum tidak akan kami beri ruang," pungkasnya. Sebuah janji yang kini dinanti pembuktiannya oleh masyarakat Halmahera Timur saat kalender berganti malam nanti.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT