HALUT, OT– Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Utara pada Kamis (8/1) lalu. Ratusan personel dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material di titik-titik terdampak.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W menyampaikan, fokus utama saat ini adalah memastikan akses jalan kembali normal dan keselamatan warga terjamin di tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Kao, Galela, dan Loloda Utara.
“Pihak kepolisian berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga terdampak banjir dan tanah longsor. Kami sigap melakukan evakuasi, membersihkan material longsor serta reruntuhan dari jalan raya agar mobilisasi bantuan dan masyarakat tidak terhambat,” ujar Kombes Pol. Wahyu Istanto dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Di lapangan, personel Polres Halut memfokuskan pembersihan pada ruas jalan di Gunung Wonge, Desa Limau, yang merupakan akses utama menuju Loloda Utara. Selain pembersihan jalan, petugas juga membantu warga memindahkan rumah yang berada di zona rawan banjir ke lokasi yang lebih aman.
Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil yang lebih besar jika cuaca ekstrem kembali terjadi.
Selain bantuan fisik, Polri juga memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lokasi pengungsian maupun pemukiman warga tetap terjaga.
“Polri hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk membantu evakuasi, tetapi juga memastikan situasi tetap aman dan kondusif pasca bencana,” tambah Kabid Humas.
Kombes Pol. Wahyu Istanto juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya di Halmahera Utara, untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
“Kami meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas terdekat jika terjadi keadaan darurat di wilayah masing-masing agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tutupnya.
(ier)









