HALUT, OT – Akses transportasi yang menghubungkan Kecamatan Galela Utara dan Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, lumpuh total setelah Jembatan Ake Aru di Desa Bobisingo ambruk diterjang banjir pada Kamis (8/1/2026). Menanggapi kondisi darurat tersebut, personel jajaran TNI dan Polri bersiaga di lokasi untuk membantu warga menyeberangi sungai secara manual.
Intensitas hujan tinggi selama dua hari berturut-turut memicu luapan sungai yang menghantam fondasi jembatan hingga roboh. Akibatnya, warga yang ingin melintas terpaksa bertaruh nyawa menembus aliran sungai.
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W mengonfirmasi bahwa personel gabungan telah diterjunkan ke titik bencana untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.
"Menyikapi putusnya jembatan utama di Desa Bobisingo, anggota Polri bersama rekan-rekan TNI turun langsung ke lapangan. Fokus utama kami adalah memastikan mobilitas warga tetap berjalan dan keselamatan mereka terjamin saat menyeberangi sungai," ujar Kombes Pol. Wahyu Istanto dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Di lokasi kejadian, terlihat aksi nyata para petugas yang tidak hanya memandu warga berjalan kaki melintasi arus, tetapi juga bekerja sama memikul sepeda motor milik warga agar bisa sampai ke seberang. Langkah ini diambil karena sungai tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung yang tersedia bagi warga setempat.
"Kami menyadari pentingnya akses ini bagi ekonomi dan keperluan logistik warga. Sambil menunggu adanya perbaikan infrastruktur darurat dari pihak terkait, petugas akan terus bersiaga di lokasi untuk membantu mobilitas masyarakat yang terisolasi," tambah Kabid Humas.
Polda Maluku Utara juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat menyeberang, terutama jika curah hujan kembali meningkat yang berpotensi menyebabkan debit air sungai naik secara tiba-tiba.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat meringankan kesulitan warga serta memberikan rasa aman di tengah situasi bencana yang melanda wilayah Halmahera Utara.
(ier)









