HALBAR, OT– Sinergi antara Pemerintah Kecamatan, Polri, dan TNI terus diperkuat dalam penanganan pasca bencana di Kabupaten Halmahera Barat. Polsek Loloda bersama Koramil dan unsur Muspika melaksanakan pengawalan serta penyaluran bantuan sosial bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Loloda, Sabtu (10/1/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis yang dipusatkan di kantor kecamatan setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Loloda Norlis Souw, Kapolsek Loloda Ipda Ibrahim La Jaa, Sekcam Loloda Selatan Kaspar Saklaresy, perwakilan Danramil Loloda Serma Aliadin, serta para Kepala Desa dari wilayah terdampak.
Kapolsek Loloda, Ipda Ibrahim La Jaa, menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian bertujuan untuk memastikan seluruh paket bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan tanpa gangguan keamanan.
"Seluruh rangkaian distribusi mendapat pengawalan ketat dari personel Polsek Loloda. Fokus kami adalah memastikan keamanan dan ketertiban selama proses penyaluran agar bantuan ini tepat sasaran dan diterima langsung oleh warga terdampak," tegas Kapolsek.
Setelah penyerahan simbolis kepada para Kepala Desa, teknis penyaluran ke tingkat masyarakat dilakukan dengan metode door-to-door atau diantar langsung ke rumah warga. Hal ini dilakukan untuk memudahkan warga sekaligus menyesuaikan dengan data kerusakan akibat bencana yang telah dihimpun.
Adapun 10 desa di wilayah Kecamatan Loloda Selatan yang menerima bantuan tersebut meliputi Desa Linggua, Tolofuo, Totala Jaya, Tuguis, dan Tasye. Desa Tomodo, Totala, Bosala, Kedi, serta Desa Soa-Sio.
Paket bantuan yang didistribusikan mencakup kebutuhan pokok mendesak, di antaranya beras, mi instan, gula pasir, minyak goreng, susu kaleng, teh celup, air mineral, hingga paket family kit. Jumlah bantuan untuk setiap desa disesuaikan dengan berita acara dan tingkat keparahan dampak bencana di masing-masing wilayah.
"Alhamdulillah, kegiatan yang berakhir pada pukul 17.20 WIT ini berjalan dengan lancar. Situasi di lapangan terpantau aman dan terkendali. Kami akan terus memantau perkembangan di desa-desa terdampak guna memastikan kondisi kamtibmas tetap kondusif," tutup Ipda Ibrahim.
(ier)









