TERNATE, OT– Sepanjang tahun 2025, Maluku Utara didera berbagai peristiwa luar biasa yang menguji kesigapan aparat. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara mencatat adanya kenaikan signifikan pada kasus kontinjensi, sebuah kategori peristiwa mendesak yang meliputi bencana alam maupun kejadian non-alam yang mengganggu stabilitas wilayah.
Data internal kepolisian menunjukkan terdapat 58 kasus kontinjensi selama setahun terakhir. Angka ini melonjak 31,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatatkan 44 kasus. Kenaikan ini mengisyaratkan bahwa Bumi Moloku Kie Raha kian rentan terhadap berbagai gangguan keamanan dan keselamatan lingkungan.
Wajah bencana di Maluku Utara selama 2025 didominasi oleh fenomena hidrometeorologi. Dari total kasus yang ada, 26 di antaranya merupakan bencana alam yang dipicu oleh curah hujan ekstrem. Banjir akibat luapan sungai dan buruknya drainase menjadi momok utama yang merendam pemukiman warga di berbagai kabupaten.
Namun, ancaman tidak hanya datang dari langit. Kasus non-bencana alam justru mencatatkan angka lebih tinggi, yakni 32 kasus. Peristiwa kebakaran bangunan menjadi penyumbang terbesar dalam kategori ini. Kota Ternate menjadi titik paling rawan; Polres Ternate harus berjibaku menangani 13 kasus kebakaran sepanjang tahun. Angka tertinggi dibandingkan wilayah hukum polres jajaran lainnya.
Di tengah tren kenaikan bencana tersebut, Polda Maluku Utara mengklaim telah melakukan langkah preventif dan penanganan yang optimal. Stabilitas keamanan dikawal melalui enam operasi kepolisian yang digelar sepanjang tahun.
Dua di antaranya merupakan operasi terpusat di bawah instruksi langsung Mabes Polri, sementara empat lainnya adalah operasi kewilayahan yang dirancang khusus sesuai dinamika kerawanan di Maluku Utara.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono menyebutkan bahwa seluruh capaian ini adalah buah dari kerja keras personel di lapangan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan Polri tidak berdiri sendiri.
"Ini adalah hasil kerja keras personel dan kerja sama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Kedepannya, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan di Bumi Moloku Kie Raha," ujar Kapolda belum lama ini.
Lebih lanjut, kata jendral bintang dua meningkatnya angka kasus kontinjensi ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat mitigasi. "Polri memastikan bahwa penguatan koordinasi lintas sektoral akan menjadi prioritas di tahun 2026 guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil di masa mendatang," pungkasnya.
(ier)









