SOFIFI, OT– Langit Maluku Utara belakangan ini kian tak bersahabat. Hujan dengan intensitas tinggi yang berpadu dengan angin kencang serta gejolak gelombang laut, mulai menebar ancaman bagi keselamatan publik. Menanggapi situasi yang kian fluktuatif ini, Kepolisian Daerah Maluku Utara mengeluarkan peringatan keras bagi warga untuk mempertebal kewaspadaan, terutama di jalur transportasi laut.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W menegaskan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh ketergesaan. Dalam situasi cuaca buruk, menunda perjalanan adalah pilihan yang jauh lebih bijak daripada bertaruh dengan risiko di tengah laut.
"Jangan terburu-buru. Apabila kondisi cuaca dirasa kurang aman, sebaiknya perjalanan ditunda demi keselamatan jiwa," ujar Wahyu saat dikonfirmasi pada Rabu, (7/1/2026).
Juru bicara Polda Malut itu juga mengatakan kepolisian memberikan atensi khusus kepada para pemilik dan operator moda transportasi laut, seperti speedboat dan kapal penyeberangan antarpulau. Wahyu mengingatkan agar aspek teknis dan keselamatan menjadi harga mati sebelum nahkoda memutar kemudi.
Menurutnya, ada tiga poin krusial yang ditekankan bagi para operator kelaikan armada, memastikan kondisi mesin dan lambung kapal dalam keadaan prima. Menghentikan kebiasaan mengangkut penumpang melebihi kapasitas (over loading). Menjamin ketersediaan life jacket yang mudah dijangkau oleh seluruh penumpang.
Polda Maluku Utara memandang bahwa pengawasan cuaca bukan hanya tugas otoritas pelabuhan, melainkan tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta aktif memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mengabaikan instruksi petugas di lapangan.
"Keselamatan adalah tanggung jawab kolektif. Dengan kehati-hatian dan rasa saling peduli, kita berharap bisa menghindari tragedi yang tidak diinginkan di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah ini," pungkas Wahyu.
Langkah preventif ini diharapkan menjadi pengingat bagi warga Bumi Moloku Kie Raha agar lebih mawas diri sebelum menerjang ombak, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu ke depan.
(ier)










