Home / Berita / Nasional

Pemkot Ternate Resmi Cabut Status Darurat Karhutla TPA Buku Deru-Deru Takome

23 Oktober 2026
Rapat evaluasi Karhutla Kota Ternate di auditorium kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Jumat (23/10/2026)

TERNATE, OT - Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi mencabut Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setelah perjuangan intensif selama tiga pekan memadamkan Kebakaran Hutan dan Landfill (Karhutla) di UPTD TPA Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome.

Krisis lingkungan yang sempat mengancam keselamatan ribuan jiwa ini berhasil dituntaskan berkat kolaborasi multisektoral serta terobosan taktik pemadaman bawah tanah.  

Kebakaran di area TPA Buku Deru-Deru mulai terdeteksi sejak 4 Oktober 2026. Situasi dengan cepat berkembang menjadi eskalasi ekstrem akibat terbakarnya tumpukan sampah di kedalaman 10 meter yang memicu kepulan asap beracun berbahan gas metana.

Puncak krisis tercatat pada 17 Oktober 2026 dengan kemunculan 92 titik api yang melanda area seluas kurang lebih 11 hektar di zona aktif TPA dan lereng Gunung Gamalama.  

Berdasarkan data spasial BPBD Kota Ternate, ancaman langsung dari kabut asap tersebut berdampak pada 6.768 jiwa penduduk. Dari jumlah itu, sebanyak 671 jiwa berada dalam kelompok rentan kritis yang meliputi 304 lansia, 240 balita, 67 bayi, serta 60 ibu hamil dan menyusui.

Kondisi udara sempat memburuk drastis dengan tingkat partikulat PM 2.5 di permukiman warga mencapai angka 278 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui ambang batas normal aman di angka 25.  

Pada minggu-minggu awal, penyiraman permukaan konvensional terbukti tidak efektif menembus titik bara di dalam timbunan sampah padat. Hal ini membuat status tanggap darurat sempat diperpanjang selama tujuh hari tambahan (17–23 Oktober 2026).  

Titik balik operasional baru tercapai melalui penerapan metode Dual-Action, yakni kombinasi Ekskavasi Masif menggunakan alat berat untuk membedah tumpukan sampah yang memblokir akses, serta Injeksi Air Kedalaman menggunakan pipa khusus yang menusuk langsung ke pusat bara bawah tanah.  

Operasi hidrologis ini didukung secara masif dengan lonjakan konsumsi air mencapai 240.000 liter per hari pada masa puncak, yang disuplai melalui kolaborasi 162 unit truk tangki.

Kekuatan armada di lapangan melibatkan sinergi penuh antara lain, 4 unit mobil pemadam kebakaran bersama armada suplai, 3 unit Water Cannon dari Polres Ternate dan Brimob Polda Malut, 7 unit alat berat ekskavator dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPJN Maluku Utara serta bantuan truk suplai tangki air dari Balai Kementerian PUPR, Dinas PU, hingga PDAM.  

Seluruh operasi penanganan ini digerakkan dengan tingkat response time pengerahan armada yang stabil di angka 25 menit.  

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait berhasil menangani secara presisi 201 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Guna melindungi warga dari paparan racun, distribusi logistik pelindung dilakukan secara strategis dengan menyalurkan lebih dari 25.000 masker—termasuk 32.550 masker bedah dan 6.360 masker respirator KN95—serta pasokan oksigen dan sarung tangan medis bagi para relawan di titik pusat bencana (Ground Zero).

Warga di sekitar lokasi juga diinstruksikan untuk menutup rapat ventilasi rumah demi memblokir masuknya emisi gas beracun.  

Menyusul keberhasilan pemadaman total api bawah tanah dan pencabutan status darurat bencana, Pemerintah Kota Ternate langsung mengalihkan fokus pada cetak biru rehabilitasi jangka panjang.

Sistem pengelolaan sampah lama berjenis Open Dumping yang dinilai berbahaya resmi ditinggalkan dan ditransisi menuju Controlled Landfill.  

Infrastruktur permanen yang dibangun meliputi, Sistem Pipa Injeksi: Jalur hidran siap pakai yang menembus hingga ke dasar timbunan, Venting Gas Metana: Jaringan pipa vertikal untuk melepas akumulasi gas secara aman dan meredam tekanan pembakaran dari bawah, Soil Capping: Lapisan tanah penutup harian tebal untuk mengisolasi oksigen dan mencegah oksidasi, serta Green Buffer Zone: Sabuk pepohonan lebat sebagai zona penyangga fisik antara area TPA dan permukiman warga Takome serta Sulamadaha.  

Skema pembiayaan transformasi ini didukung melalui alokasi APBD Kota Ternate serta intervensi teknis dari Balai Kementerian PUPR.

Dengan nihilnya korban jiwa luka berat serta terkendalinya seluruh titik api, krisis karhutla di TPA Buku Deru-Deru kini dinyatakan selesai sepenuhnya.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT