Home / Indomalut / Sula

APBD-P Belum Dirampungkan, Honor Petugas Kebersihan Molor

05 Oktober 2020
Ilustrasi

SULA, OT - Honor ratusan petugas kebersihan, penyapu jalan, dan tim orange Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), sejak bulan Juli hingga saat ini belum dibayar pemerintah.

Informasi yang dihimpun indotimur.com, menyebutkan, keterlambatan pembayaran honor tenaga kebersihan, karena alokasi anggaran honor petugas kebersihan diploting pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Kabupaten Kepulauan Sula.

Seorang petugas kebersihan yang enggan namanya dipublish, mengaku, Pemkab Kepsul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) belum membayar honor ratusan tenaga kebersihan selama.empat bulan.

"Gaji kami belum dibayar dari bulan Juli sampai sekarang (Oktober-red), karena kerja cukup banyak dan tidak ada kerja sampingan, maka kami tetap bekerja," katanya.

Dia menuturkan, meski honor mereka belum dibayar, namun para pekerja tidak.pernah lalai menjalankan tugasnya, sebab mereka tak ingin melihat wajah kota Sanana kotor.

"Kita bekerja satu hari 3 kali. dimulai pada jam 5 pagi sampai jam 5 sore, kita angkut sampah jam 5 dan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan kembali angkut lagi pada jam 9, kemudian beristirahat sekitar jam 12, baru lanjut lagi di jam 3 sampai jam 5 sore," tuturnya.

Dia mengaku pernah menanyakan hal ini ke pihak DLH selaku instansi tekhnis yang membawahi para petugas kebersihan, "pernah tanya di bendahara dinas, tapi alasannya anggaran belum disahkan DPRD," ungkap tenaga kebersihan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Kepsul, Nuzul, saat ditemui indotimur.com, di ruang kerjanya, Senin (5/10/2020), membenarkan soal tunggakan honor tenaga kebersihan.

"Gaji semua petugas kebersihan ada pada APBD-P 2020, jadi sementara masih di DPRD, terakhir gaji petugas kebersihan kita bayar pada bulan Juli, jadi perubahan ini kita tampung sampai Desember," kata Nuzul.

Dia berharap petugas kebersihan tetap bersabar hingga ada pencairan, "kita hanya minta kesabaran dari mereka (petugas kebersihan) saja, bekerja saja uang tetap kami hitung semua, tidak ada yang terlewati, jadi kemarin yang kita usulkan di perubahan itu, hitungannya dari Agustus," tukas Nuzul.

Dia mengaku, tidak menghafal angka pasti jumlah honor tenaga kebersihan di Kepsul, namun ada sekitar hampir Rp, 500 juta.

"Emang kalau kecil-kecil saja saya bisa mengambil kebijakan, tapi ini' kan luar biasa biayanya itu karena mereka banyak, dalam satu bulan itu bisa ratusan juta hampir lima lima ratus," kata Nuzul

Sebagai langkah meringankan beban kerja petugas kebersihan, pihak DLH memberlakukan pembagian shift kerja.

"Saya akui keluhan mereka terus karena mereka punya kehidupan, dan kami berusaha membatasi jam kerja mereka, ada yang kerja pagi dan sorenya sudah berganti orang, supaya mereka punya kesempatan untuk bekerja sampingan," tutupnya. (red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT