Home / Indomalut / Tidore
04 September 2018

Bappelitbang Tikep Gelar FGD Rencana Pembangunan Kota Baru Sofifi

FGD Di Ruang Rapat Wali Kota

TIDORE, OT- Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbang) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) bersama Tim Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kota Baru Sofifi di ruang rapat Wali Kota, Selasa (4/9/2018).

Focus Group Discussion ini dibuka secara resmi Wali Kota Tikep Ali Ibrahim dan dihadiri oleh Perwakilan Bappenas dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Sekretaris Bappelitbang Tikep dan Pimpinan SKPD terkait.

Ali Ibrahim menyampaikan, Pemerintah daerah mendukung atas rencana juga persiapan pengembangan infrastruktur Kota Baru Sofifi yang termasuk dalam wilayah terpilih yang akan dijadikan Kota Baru oleh Pemerintah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019.

”Semoga FGD antara tim dan SKPD bisa saling memberikan masukan sehingga bisa membawa kebaikan, manfaat dan kemajuan untuk Kota Tikep kedepannya," kata Ali.

Sementara, Kasie Analis Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman Astriana Harjanti mengatakan, pelaksanaan kegiatan FGD Kota Baru ini sudah dilakukan dari tahun 2016, mulai dari Kota Pontianak, Tanjung Selor dan pada tahun 2018 ada 4 lokasi yaitu Padang, Maja, Banjar Baru dan Sofifi.

”Ada beberapa hal melalui FGD kali ini untuk bisa disepakati antara lain tema dan konsep pengembangan Kota Baru Sofifi dari segi kawasan permukimannya berdasarkan pengembangan dan masukan yang fokus pada permukiman di dalam kota baru yang kami harapkan juga bisa terbit SK kawasan kota baru sehingga menjadi dasar untuk membantu dan mengatur kawasan kota baru tersebut," ungkapnya.

Selain itu, ada kesepakatan beberapa kawasan permukiman prioritas beserta usulan jenis infrastruktur yang akan kami tindaklanjuti untuk persiapan kegiatan fisik secepatnya dan meminta masukan tidak hanya dari Kementerian, Lembaga terkait tetapi juda dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah dan Akademisi, "bagaimana kita bersama-sama mengembangkan Kota Baru Sofifi menjadi tempat Kota Baru yang menjadi sumber daerah pengembangan baru dengan permukiman yang layak huni, berkelanjutan dan aman," tukasnya.(uji)


Reporter: Fauji Husen "ZI"