Home / Berita / Politik
12 Maret 2019

KNPI Malut Harapkan Dzikir Akbar Bisa Membawa Pemilu Yang Sejuk

TERNATE, OT - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara (Malut), Surahman mengharapkan agenda Dzikir Akbar di lakukan oleh Polda Malut bisa menjadi agen pembawa pemilu yang sejuk.

Ketua KNPI Malut, Surahman mengatakan pelaksanaan kegiatan dzikir akbar menuju pemilihan lagislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) Tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk, selain dari kegiatan ini juga ada nilai-nilai dzikir ibadah juga sebagian dari menjalin hubungan silahturahmi.

Menurutnya, pada konteks tema besar dzikir yang aman, damai dan sejuk (ADS) maka tentu peran pemuda harus bisa memahami dirinya sendiri dan paham adanya konstelasi politik, polarisasi. Pada pemilihan presiden dan wakil peresiden tentu ada dua pihak yang ingin menang dalam pemilu ini, demikian halnya pada pemilihan legislatif. 

"Saya sangat mengharapkan pemuda Maluku Utara mampu melihat secara jernih agar tetap pada pendirian NKRI. Jangan sampai pemuda terprovokasi aksi-aksi negatif karena itu  kaum muda menjadi agen pembawa pemilu yang sejuk," harapnya.

Untuk itu, kaum muda mempersilahkan pilihan hati nurani masing-masing. Namun prinsipnya, dirinya menegaskan untuk di dunia maya jangan ada generasi muda yang membuat ujaran kebencian atau hoaks.

"Pada era millenial dan transformatif pemuda diharapkan untuk mampu menciptakan perubahan yang baik dengan pendidikan berkarakternya," ungkapnya.

Lanjut surahman, pihaknya akan mendorong pemuda agar jangan golput dan menggunakan hak pilihnya, karena pemuda bagian dari bangsa ini yang tengah menuju bangsa besar dari segala aspek termasuk sistem politik pembangunan bangsa ini dengan 4 pilar negara.

"KNPI Malut sangat mengharapkan seluruh elemen OKP, masyarakat bersama-sama dengan Pemerintah, Kepolisian daerah, penyelenggara pemilu untuk menjaga stabilitas  menuju pesta demokrasi di Maluku Utara, khususnya dan indonesia pada umumnya dengan hati yang damai dan sejuk," imbaunya.(red)


Reporter: Fauzan Azzam