Home / Berita / Politik
21 Desember 2018

Bawaslu Malut Gelar Rakor Penyidik Pemilu 2019

TERNATE, OT- Dalam menyamakan presepsi serta meningkatkan kapasitas penyidik khususnya kepolisian dan penanganan kasus tindak pidana pada pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara (Malut) bersama Polda melaksanakan Pelatihan Penyelidik dan Penyidik Tindak Pidana Pemilu 2019 di Kota Ternate, Jumat (21/12/2018).

"Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kerjasama dalam rangka Pemilihan DPR, DPD, DPRD serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019," kata Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin.

Muksin menjelaskan, dengan koordinasi yang berkelanjutan antara Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan, dirinya optimis potensi pidana Pemilu yang semakin hari semakin rumit dan kompleks dapat ditindaki dengan tepat sesuai regulasi yang berlaku.

“Mungkin ini adalah pemilu yang paling rumit karena secara serentak pemilihan DPR,DPR, DPRD dan Pilpres. Potensi pelanggaran diyakini semakin kompleks," katanya.

Oleh karena itu, Muksin Amrin berharap, dalam melaksanakan penindakan pelanggaran, Sentra Gakkumdu harus paham perbuatan mana yang termasuk pidana Pemilu serta menyesuaikan dengan adanya perubahan regulasi dalam UU nomor 7 Tahun 2017.

“Para penyelidik dan penyidik tindak pidana Pemilu harus lebih sigap untuk menanganinya secara professional, termasuk memanfaatkan waktu penanganan kasus," pintah Muksin Amrin.

Sementara Kapolda Maluku Utara yang diwakili Direktur Reskrimum Polda Malut Kombes Pol Dian Hariyanto, dalam arahannya mengingatkan, para penyidik Polri yang tergabung dalam sentra Gakkumdu harus memiliki pengetahun dan kesamaan dengan lembaga kejakasaan dan Bawaslu dalam penangan kasus tindak pidan pemilu.

Lanjutnya, pentinya penyidik mengalisa kasus karena terkait dengan batas waktu penanganan tindak pidan dalam pemilu. “Harus mengalisa kasus dan jangan sampai kadaluarsa. Seperti apa sehinga kasus tersebut kadaluarsa ini yang perlu diperhatikan," harap Dian.(red)


Reporter: Fauzan Azzam