30 Oktober 2018

Petani Sekadau Minta PT MPE Hapus Sistem Kuota Pembelian TBS

Ilustrasi

SEKADAU KALBAR, OT - Para petani plasma mendesak penghapusan sistem kuota yang diberlakukan perusahaan PT MPE. Diketahui ratusan petani telah mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sekadau untuk mengadukan nasibnya.

Para petani mengeluhkan pemberlakukan sistem kuota dalam pembelian sawit milik petani plasma. Para petaani menilai, sistem kuota tersebut merugikan karena sawit diluar kuota dihargai dengan pihak ketiga sekitar Rp 600 per kilogram.

Salah seorang petani, Jaya menuturkan, sejauh ini harga ketetapan pemerintah sekitar Rp1.300 per kilogram. Jaya mengatakan, sistem kuota yang diterapkan itu tidak pernah berkoordinasi dengan petani. Kuota yang ditetapkan bahkan tidak sesuai dengan luasan lahan petani.

“Harusnya disesuaikan dengan luasan lahan dan tahun taman. Ini kuotanya sangat tidak masuk akal,” ujarnya Selasa (30/10)

Petani mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Hasilnya, belum ada kesepakatan. Lantaran tak ada kesepakatan, para petani memagar jalan pabrik PT Permata Hijau Sarana (PHS) yang merupakan group PT MPE di Desa Seraras, Kecamatan Sekadau Hilir.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Seakdau, Handi menegaskan, pihaknya akan melakukan rapat internal membahas masalah tersebut. Pihaknya, kata dia, berjanji akan memperjuangkan aspirasi para petani.

“Kami akan menggelar rapat dengan TP4K dan pihak perusahaan serta petani,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.(red)


Reporter: Yahya Iskandar