05 Desember 2018

PDAM Sirin Meragun Kerjasama dengan Perbankan

SEKADAU KALBAR, OT - Perusahaan daerah air minum (PDAM) Sirin Meragun melakukan penandatanganan kerjasama dengan Bank BNI Sintang. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan di ruang rapat PDAM Sirin Meragun Sekadau, pada Rabu (5/12) pagi.

Direktur PDAM Sirin Meragun, Yok Kelak menuturkan, kerjasama yang dilakukan pihaknya dengan Bank BNI Sintang adalah implementasi non tunai yang diprogramkan pemerintah. Selain itu, kata Yok, kerjasama tersebut juga sebagai tindaklanjut dimana pada 2019 mendatang kasir-kasir PDAM yang menerima pembayaran akan ditutup.

“Sekarang pembayaran sudah bisa dilakukan di indomaret dan t-cash ditambah dengan BNI. Intinya 2019 mendatang, kasir-kasir milik PDAM akan ditutup dan dipindahkan semua ke perbankan,” ujarnya usai penandatanganan kerjasama.

Yok menegaskan, langkah tersebut sebagai upaya semakin mempermudah masyarakat terutama pelanggan PDAM dalam melakukan pembayaran. Masyarakat, tidak perlu lagi jauh-jauh datang untuk membayar penggunaan airnya.

“Masyarakat mudah menjangkau tempat-tempatnya. Apalagi dimasing-masing kecamatan sudah ada indomaret atau toko modern, seperti Rawak, Nanga Taman, Sungai Ayak dan wilayah kota,” ucapnya.

Pelanggan PDAM Sirin Meragun saat ini sebanyak 6.700-an pelanggan. Kini para pelanggan bisa melakukan pembayaran di toko modern yang direkomendasikan oleh PDAM Sirin Meragun.

“Justru ini semakin mempermudah pelanggan untuk membayar. Dimanapun bisa. Kami sebenarnya mengaplikasikan imbauan pemerintah untuk melakukan transaksi non tunai,” timpalnya.

Bahkan, masyarakat atau pelanggan bisa melakukan pembayaran melaluismartphone. Yok mengatakan, hal itu tentunya semakin mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.

“Kami berupaya memperbanyak atau mempermudah pelanggan untuk membayar,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Yok mengimbau masyarakat berhemat menggunakan air. Menurutnya, semakin banyak seseorang menggunakan air tentunya mengurangi kesempatan orang lain menggunakan air. (red)


Reporter: Yahya Iskandar