08 November 2018

FSBM ke–XII Kalbar Memberikan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat

SEKADAU KALBAR, OT - Festival seni budaya melayu (FSBM) ke–XII tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Sekadau tentu memberikan dampak yang positif, salah satunya di sektor ekonomi. Diketahui, pelaksanaan FSBM digelar 5–11 November mendatang. Hal itu juga terlihat dengan ramainya masyarakat yang datang dan mendatangi stand-stand yang ada di Lapangan EJ Lantu, Kecamatan Sekadau Hilir.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menuturkan, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan FSBM yang cukup baik. Selama kegiatan tersebut, kata dia, tentunya memberikan multi efek diberbagai sektor.

“Terutama sektor perekonomian, pariwisata. Restoran, hotel dan penginapan dan lain sebagainya. Itu sangat berdampak dalam minggu ini,” ujar Aloy,Kamis (8/11).

Kondisi tersebut tentunya membuat perputaran uang di Bumi Lawang Kuari cukup banyak. Hal itu juga bisa dilihat dengan banyaknya masyarakat yang berkunjung serta berbelanja aneka ragam, mulai dari pernak-pernik hingga makanan dan lain sebagainya.

“Keuangan yang beredar di Sekadau sangat banyak. Sehingga, diharapkan dampak itu benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Provinsi Kalimantan Barat, Prof. Chairil Effendy mengatakan, selama kegiatan tersebut tentu berdampak bagi ekonomi. Meski tidak begitu banyak. Namun, kata dia, selama sepekan kegiatan banyak masyarakat yang bisa berjualan.

“Bahkan di stand kami provinsi menyiapkan tanjak. Itu laris manis, walaupun harganya cukup mahal, Rp200 ribu dan segala macam itu habis,” ungkapnya.

Chairil meyakini, hal itu juga dirasakan oleh stand-stand lainnya. Tentu, kata dia, hal itu menunjukan selain masyarakat haus akan hiburan. Masyarakat juga memiliki kemampuan untuk membeli.

“Apalagi warung-warung kecil, setiap malam ramai. Di Lapangan EJ Lantu, ada hiburan masyarakat yang berkunjung itu jajan dan mengeluarkan uang,” pungkasnya. (red)


Reporter: Yahya Iskandar