15 April 2018

Cegah Karhutla Forkopimda Sekadau Akan Keluarkan Instruksi Bersama

Akhmad Suryadi

Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan. Menurut data, adanya penurunan signifikan hotspot di Kabupaten Sekadau. Pada 2015 lalu, tercatat 249 hotspot, 2016 tercatat 182 hotspot. Sedangkan 2017 tercatat 84 hotspot.

SEKADAU, OT - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, seluruh stakeholder telah melaksanakan rapat koordinasi.

Hal ini, kata dia, untuk diambil solusi menyikapi karhutla. “Nanti akan dikeluarkan instruksi bersama. Ini untuk mengatur kebiasaan masyarakat agar tidak timbul pertentangan dengan pemerintah,” ujarnya pada Indotimur, Minggu (15/4/2018).

Diketahui masyarakat yang melakukan ladang berpindah dengan dibakar dilakukan secara turun-temurun. Namun, kata dia, hal itu nantinya akan diatur melalui instruksi bersama. Selain itu, kata dia, yang paling terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat,” ucapnya.

Akhmad mengatakan, pemerintah daerah juga telah membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) relawan peduli bencana asap akibat karhutla Desa Sungai Kunyit dan Peniti. Selain itu, kata dia, Pemkab telah membentuk desa tangguh bencana (Destana) di Nanga Mahap.

Menurut Akhmad, Desa Sungai Kunyit dan Peniti dibentuk pokmas relawan peduli asap akibat karhutla karena dari 14 desa di Kabupaten Sekadau, dua desa tersebut area lahan gambutnya sangat luas. Ia mengatakan, dari data sebelumnya ada lahan gambut yang terbakar.

“Ini yang perlu diantisipasi. Jika lahan gambut terbakar sangat sulit dipadamkan,” kata dia.

Adapun 14 desa yang terdapat lahan gambut, yaitu Bonti, Nanga Menterap, Setawar, Peniti, Sungai Kunyit, Landau Kodah, Mungguk, Timpuk, Tapang Semadak, Gonis Tekam, Entabuk, Sungai Ayak II, Sungai Ayak I dan Merbang. Lahan gambut menjadi salah satu fokus dalam pencegahan karhutla di Kabupaten Sekadau.

“Dari tahun ke tahun hotspot ada penurunan signifikan, terbanyak 2015,” tuturnya.

Sementara Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan, operasi bina karuna telah dimulai. Operasi tersebut, kata dia, juga melibatkan seluruh Polsek jajaran Polres Sekadau.

Ia menegaskan, pihaknya mengedepankan upaya pencegahan karhutla. Upaya pencegahan itu, yakni dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Sambang desa dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” pungkasnya.(red)


Reporter: Yahya Iskandar