Home / Berita / Nasional
03 Januari 2019

Menkominfo Pastikan Desa Terpencil Di Malut Juga Nikmati Internet

Menkominfo RI Rudiantara

TERNATE, OT -  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo RI) berencana melakukan optimalisasi jaringan internet di daerah terluar di Indonesia, termasuk wilayah Provinsi Maluku Utara.

Sesuai rencana, jaringan internet bakal diselesaikan hingga tahun 2022, dari target 25.000 Desa, saat ini baru dikerjalan sebanyak 5.000 Desa yang ada Indonesia termasuk di Maluku Utara, sehingga dapat dipastikan pada tahun 2022 mendatang, target ini tuntas setelah satelit dipasangkan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menfominfo RI) Rudiantara, kepada wartawan termasuk indotimur.com mengatakan, sejauh ini pemerintah melakukan pemasangan jaringan gratis dengan kecepatan 10 Mega Bit pada ibeberapa instansi seperti Sekolah, Puskesmas, Kantor Desa, Kantor Polsek, koramil dan instansi yang lain.

"Namun satelit tersebut baru ada di tahun 2022, namun kami akan nyicil tanpa harus menunggu satelit milik sendiri,"ungkapnya

Kata dia, dari 25.000 Desa di seluruh Indonesia, 5000 Desa didahulukan oleh Kementrian berdasarkan Perpres 131 tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2015 sampai 2019, yang terdapat pada 125 Kabupaten yang diangap terluar. 

"Dari 125 Kabupaten di Indonesia tersebut bakal duselesaikan terlebih dahulu tanpa menunggu satelit," ucap Menkominfo. 

Sementara itu, Direktur PT. Pasefik Satelit Nusantara Adirahman Adiwoso, juga mengungkapkan bahwa pada bulan Februari bakal diluncurkan satu satelit baru untuk mempermudah pelayan internet di seluruh Indonesia. 

"Tinggal kapan sapa yang mau bayar kita masukan satelit tersebut,"ungkap Asirahman seraya menyebut,  satelit baru tersebut bakal di pasang pada ketinggian 146 derajat bujur timur, karena kita ada satu satelit di wilayah tersebut juga maka bakal kita gantikan dengan satelit yang baru," ungkap Adirahman.

Dengan pemasangan satelit baru, dia berbarap, mampu mencukupi seluruh wilayah yang ada di Indonesia, termasuk daerah yang paling terluar, "dengan adanya Palapa Ring tersebut maka dipastikan beckupnya bakal jauh lebih baik. Karena Maluku Utara terdiri dari pulau-pulau jadi penyembungannya itu sedikit kesulitan sehingga masyarakat harus bersabar," tutup Adirahman. (red)


Reporter: Randy Basri