Home / Berita / Nasional
09 Agustus 2018

Kenapa Kelangkaan LPG 3 Kg di Sekadau Terus Terulang ?

SEKADAU, OT - Kelangkaan LPG tiga kilogram menjadi pertanyan banyak kalangan. Pasalnya, kekurangan LPG tersebut diduga ada pihak yang bermain dan menyelewengkan barang subsidi tersebut.

“Mau cari LPG tiga kilo di Sekadau Sekarang susah bang, lebih mudah cari emas. Kami sebagai ibu rumah tangga merasa pusing dengan kelangkaan tersebut,”kata Mila salah seorang ibu rumah tangga kepada awak media saat sedang gantri gas LPG di Pangkalan Esensia, Kamis (9/8) pagi. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Tambunan, ia mengaku sudah keliling pasar sekadau untuk mencari gas LPG tiga kilo, semua toko tidak ada jual.

“Akhirnya, saya nungu di Pangkalan Esensia,kata pemiliknya hari ini gas LPG tiga kilo ada datang,” ungkapnya.

Ketika ditemui oleh awak media Sumi pemilik Pangkalan Esensi kepada awak media mengatakan, bahwa distribusi gas LPG tiga kilo yang di kirim oleh agen PT. Sinyal Sekadau sebentar lagi datang.

Hanya saja kata Sumi sekali datang satu Developer office (DO) hanya berisi 280 tabung.

“Sekali datang satu DO saya hanya menerima 280 tabung saja,”kata Sumi.

Dari jumlah ini kata dia, kami layani pembeli dari Jalan Rawak, Mungguk dan wilayah pasar

“Satu orang hanya boleh ambil dua tabung saja,”katanya.

Ia menyebutkan bahwa pangkalan miliknya sekarang satu bulan menerima 5.040 tabung sejak April kemarin. Padahal sebelumnya kata dia, pangkalan Esensia satu bulanya menjual 5.600 tabung. Ada pengurangan dari pertamina sekitar 560 tabung,mulai bulan April 2018 kemarin.

“Jatah kami bulan April kemarin di kurangi oleh pertamina sekitar 560 tabung. Karna sebelumnya 5.600 tabung,sekarang tinggal 5.040 tabung,”ungkap Sumi.

Sementara itu ditemui pemilik Pangkalan Videlta atas nama Linda Yani yang mendapat suplay dari PT. Sekadau Prima Daya, hanya mendapat kirimam dua kali sebulan. Satu kali kirim satu truk dengan satu DO berjumlah 560 tabung.

Impormasi yang berhasil dihimpun oleh media ini dilapangan menemukan, bahwa pangkalan Videlta milik Linda Yani yang nerlokasi di jalan Sintang -Sekadau desa Mungguk, jarang buka, kalaupun buka hanya beberapa jam saja untuk melayani pembeli. Sisanya di suplay ke toko-toko pasar Sekadau .

Di komfirmasi kepada Dinas Koprasi, UKM dan Perdagangan kabupaten Sekadau terkait langkanya Gas LPG tiga kilogram, Sarno Sekretaris merangkap Plt, Kepala Bidang Perdagangan, dengan tegas mengatakan, impormasi yang ia peroleh dari pihak Pertamina memyebutkan, sampai saat ini,jatah LPG tiga kilogram yang di peruntukan bagi rakyat misikin di Sekadau,tidak ada pengurangan.

Hanya kata dia, selama ini agen penyuplay kepada Pangkalan tidak melapor kepada dinas terkait berapa agen menyuplay setiap bulannya.

Untuk diketahui kata Sarno, di Sekadau agen penyuplay kepada pangkalan ada tiga perusahaan, diantaranya PT. Sinyal sekadau, PT. Sekadau Prima Daya dan PT. Roda Jaya Gemilang.

“Dalam prakteknya mereka para agen tidak pernah melaporkan kepada kami berapa saja tabung yang ia suplay ke Pangkalan setiap bulannya. Mereka hanya lapor ke pertamina,padahal sebagai instansi yang menbidangi perdagangan kami harus tau,” kata Sarno.

Menanggapi kelangkaan ini Sarno berjanji dalam waktu dekat ini pihaknya,akan memangil semua agen dan pemilik pangkalan untuk mengetahui kemana saja mereka menyuplay gas subsidi tersebut.(red)


Reporter: Redaksi