Home / Berita / Nasional
05 November 2018

3.507 Orang di Sekadau Kenakan Busana Teluk Belanga Pecahkan Rekor MURI

SEKADAU KALBAR, OT - Ribuan orang tumpah ruah dengan mengenakan busana teluk belanga dan baju kurung. Tak hanya masyarakat, para pejabat juga mengenakan pakaian serupa, yaitu busana teluk belanga dan baju kurung.  

Tercatat sebanyak 3.507 orang yang menggunakan busana teluk belanga dan baju kurung. Jumlah tersebut melebihi target semula, yaitu 2.500 orang. Tentu hal itu menandakan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyemarakan Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) ke–XII Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sekadau. Sebanyak 14 kabupaten dan kota se Kalimantan Barat berpartisipasi dalam ajang 2 tahunan itu.

Jusuf Ngadri, Senior Manager MURI menuturkan, MURI mencatat hal-hal karsa, karya dan prestasi. Adapun, kategorinya, pertama superklasik atau unik.

“Jadi, sesuatu yang pertama, sesuatu yang paling dan unik. Gabungan dari satu atau ketiganya bisa tercatat sebagai rekor MURI,” ujarnya ditemui usai penyerahan piagam penghargaan di Lapangan EJ Lantau, Kecamatan Sekadau Hilir, Senin (5/11).

Ngadri mengatakan, dalam menyemarakan FSBM ke–XII Kalimantan Barat, MURI mencatat rekor kategori paling, yaitu pemakaian busana teluk belanga terbanyak. Diketahui sebanyak 3.507 orang memakai busana teluk belanga dan busana kurung secara serentak dalam kegiatan tersebut.

“Ini merupakan pertama kali tercatat di MURI. Meskipun, sebetulya busana itu (teluk belanga, red) dipakai dianyak tempat. Tapi, tidak sebanyak sekarang,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sekadau, Rupinus mengaku bersyukur Kabupaten Sekadau bisa tercatat dalam MURI dalam kategori berbusana teluk belanga terbanyak. Menurutnya, rekor tersebut menjadi sejarah baru bagi Bumi Lawang Kuari.

“Ini pertama kali tercatat di MURI. Terimakasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Pencatatan rekor tersebut menjadi batu loncatan kedepannya. Sebab, bukan tidak mungkin kedepan Sekadau bisa kembali menorehkan namanya di MURI.

“Tentu, kedepan bisa dipikirkan. Hal-hal yang bersifat unik dan menarik sehingga bisa memecahkan kembali rekor MURI.Kan kedepan masih ada event,” ungkapnya.

Persembahan untuk Masyarakat

Sementara itu, Ketua MABM Kabupaten Sekadau, Sunardi menuturkan, pencatatan rekor tersebut menjadi persembahan bagi masyarakat Bumi Lawang Kuari dan Pemkab Kabupaten Sekadau.

“Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) DPD MABM Kabupaten Sekadau bisa diberikan rekor MURI,” bebernya.

Sunardi menilai, target awal penggunaan busana teluk belanga dan baju kurung sebanyak 2.500. Ternyata jumlah penggunaan busana teluk belanga dan baju kurung tercatat sebanyak 3.507 orang.

“Ini menunjukan tingginya antusiasime marwah melayu karena melebihi target. Ini merupakan gagasan MABM dari awal, untuk mempersatukan kebersamaan dan semangat,” kata dia.

Ia juga mengapresiasi MABM Kalimantan Barat dan 14 kabupaten dan kota se Kalbar yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sehingga, dalam pelaksanaannya semuanya tumpah ruah dalam menyemarakan FSBM ke–XII Kalbar di Kabupaten Sekadau.

“Kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua pihak. Ini demi masyarakat dan budaya melayu se Kalimantan Barat,” pungkasnya. (red)


Reporter: Yahya Iskandar