Home / Advertorial / Kotaku
04 Februari 2018

Pemkot Ternate Akan Menata Kawasan Lelong Dan Bangun Perumahan

Wali kota Ternate, H Burhan Abdurahman bersama Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

JAKARTA, OT - Pemerintah kota Ternate, akan segera melakukan penataan kawasan kumuh di lingkungan Lelong Kelurahan Makasar Timur kecamatan Ternate Tengah, kota Ternate, provinsi Maluku Utara (Malut).

Hal ini disampaikan wali kota Ternate, H Burhan Abdurahman usai melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat melalui Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera di Jakarta akhir pekan lalu.

Wali kota bersama Satker Penyediaan Perumahan dan Kepala Dinas Perkim kota Ternate, melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk penataan kawasan kumuh di kelurahan Makassar Timur.

Dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, wali kota yang akrab disapa Haji Bur itu, menjelaskan, Pemkot Ternate melalui Satker Penyediaan Perumahan dan Kepala Disperkim Kota Ternate, telah berkoordinasi dengan peerintah pusat guna membicarakan penataan kawasan kumuh di wilayah Makassar Timur.

“Kita sudah berkoordinasi untuk penataan kawasan Makasar Timur dengan Dirjen Penyediaan Perumahan dan disetujui untuk perumahan kawasan itu akan dibangun sama seperti di Tubo rusunawa bencana, tinggal kita koordinasi lagi dengan Cipta Karya dalam rangka penataan lingkungan, sementara penimbunannya secara otomatis akan menjadi tanggungjawab Pemkot,” kata Haji Bur kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Meski demikian, kata Haji Bur, sebelum melakukan penataan, Pemkot melalui Disperkim, lebih dulu akan menyusun dokumen perencanaan penanganan secara keseluruhan, namun untuk pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap.

"Dokumen perencanaan akan dilakukan tahun ini secara keseluruhan, tetapi penanganannya akan dilakukan secara bertahap, Disperkim akan melakukan koordinasi dan sosialisasi terhadap warga yang ada di Makasar Timur untuk di relokasi sementara, sebab direncanakan pada tahun ini mulai dilakukan perencanaan dan tahun depan sudah dilakukan penimbunan, namun secara bertahap," ungkap Haji Bur.

“Jadi nanti kita lihat mana lokasi yang memungkinkan, kemungkinan beberapa rumah dulu di kawasan itu yang akan kami timbun, agar menjadi contoh bagi warga yang tinggal di sekitar situ untuk dapat mengizinkan kami menata kawasan tersebut agar terlihat tidak kumuh,” ujar orang nomor satu di jajaran Pemkot Ternate.

Wali kota memastikan penataan wilayah kumuh di Makassar Timur, mulai dilakukan tahun depam, sehingga, jika dimungkinkan pada APBD-Perubahan nanti, sudah dapat dilakukan penimbunan sehingga pada tahun depan dapat diusulkan rumah khusus seperti yang di bangun di Tubo.

”Di Ternate kita sudah tetapkan kurang lebih 17 titik kumuh yang harus ditangani, itu yang menjadi program pemerintah pusat. Untuk itu kita mencoba agar target kumuh nol persen itu bisa tercapai hingga 2021,” ungkapnya.

Wali kota menambahkan, warga yang saat ini berdomisili di kawasan yang akan ditata, akan direlokasi ke rusunawa karena sangat sulit jika warga harus ditempatkan di barak-barak pengungsi. “Jadi kawasan itu dalam beberapa waktu akan datang tidak kumuh lagi, karena memang dari sisi kesehatan tidak memenuhi syarat, kemudian sirkulasi air tidak lancar kemudian perumahan yang berdempetan itu sangat tidak sehat, sehingga itu kita kerja sama dengan Dirjen Penyediaan Perumahan,” ungkapnya.

Saat koordinasi dengan Dirjen sendiri, wali kota mengaku, pemerintah pusat melalui Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera, sangat merespon baik. Bahkan pihak Kementrian meminta Pemkot Ternate untuk membuat usulan di tahun 2018 ini. “Kalau soal timbunan kita yang timbun,” pungkasnya(thy)


Reporter: Ibenk