Home / Berita / Hukrim
13 Maret 2019

Seorang Ayah Di Ternate Tega Hamili Anak Kandungnya

Gambar (ilustrasi, google)

TERNATE,  OT  - Kasus pencabulan  anak bawah umur di Kota Ternate kembali terjadi.Kali ini seorang ayah kandung yang berinisial S alias Anto (36) warga Kelurahan Dufa-Dufa tega melakukan pemerkosaan terhadap putri kandungnya sendiri sebut saja Mawar (16).

Kapolsek Ternate Utara, Iptu Ambo Wellang mengatakan, pihaknya telah mengamankan Anto di Lingkungan Ake Sako Kelurahan Dufa-Dufa Kecamatan Ternate Utara yang diduga melakukan tindakan asusila pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kapolsek mengatakan, berdasarkan laporan polisi, aksi bejat Anto terbongkar setelah nenek korban merasa curiga dengan keadaan fisik Mawar, "Pada hari Selasa (12/3/2019) sekira pukul 04.30 WIT Nenek korban merasa tidak puas dan mencurigai dengan keadaan fisik dan gerak gerik Mawar," kata Ambo kepada indotimur.com Rabu, (13/3/2019).

Karena merasa curiga, sang nenek terus mendesak korban untuk menceritakan secara jujur, apa yang sebenarnya terjadi, "Mawar kemudian berterus terang, bahwa dirinya hamil 5 bulan dan yang menghamilinya adalah ayah kandungnya," ungkap Kapolsek.

Setelah mendengar kejadian tersebut, keluarga korban langsung memukul pelaku, sehingga Polisi langsung mengamankan pelaku dengan membawa ke Rumah Sakit Bayangkari untuk melakukan perawatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus asusila yang dilakukan Anto terhadap anak kandungnya telah berlangsung sejak 2017 atau saat Mawar masih duduk di bangku SMP Kelas 2 hingga saat ini, Mawar sudah kelas 2 SMA.

"Korban (Mawar-red) tidak bisa menghitung berapa kali aksi bejat bapaknya dilakukan. Setiap korban pulang sekolah pelaku sudah menjemput kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Takome untuk melancarkan aksi bejatnya. Bahkan jika Mawar keluar bersama orang lain, pelaku marah-marah kemudian memukul korban dengan mengunakan sekop atau alat pengali," terang Kapolsek mengutip keterangan korban.

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat Kota Ternate untuk berhati-hati dan terus melakukan pengawasan terhadap anak-anak khusuanya perempuan, sehingga kejadian seperti ini tidak lagi terjadi.

"Tolong jika ada anak perampuan, dijaga betul-betul jangan sampai nanti terjadi apa-apa baru keget anak jaman sekarang ini alasan pergi belajar teryata berpacaran," pesan Kapolsek. (red)


Reporter: Randy Basri