Home / Berita / Hukrim
19 Oktober 2018

Polres Ternate Ranking Satu Pemberantasan Miras

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar didampinggi Kabag Bin Ops Dit Binmas Polda Malut, AKBP Hari Sembiring

TERNATE,  OT -  Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), melalui bidang Humas, Jumat (19/10/2018) membeberkan data hasil operasi Bina Kusuma II yang dilaksanakan jajaran Polres di Maluku Utara.

Operasi Bina Kusuma II yang dilaksanakan secara serentak berdasarkan surat nomor RO/10/IX/2018  tertanggal 17 Oktober 2018 tentang rencana Operasi Kepolisian, Bina Kusuma II Kieraha 2018 yang dipimpinan Dirbinmas, mengerahkan personil sebagai berikut, 18 personil Ditbinmas, 1 personil Dit Intel, 1 personil Bid Provost, 1 personil Bid Humas, dan 4 personil Dit Sabhara. 

Dalam press confrence yang dilaksanakan Bidang Humas bersama Dinmas Polda Malut itu, Kabid Humas AKBP Hendri Badar didampingi Kabag Bin Ops Dit Binmas Polda Malut, AKBP Hari Sembiring, kepada sejumlah awak media termasuk indotimur.com mengatakan, pelaksanaan operasi Bina Kasuma II tahun 2018 Polda Malut telah dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu.

Operasi ini untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi mencegah dan menagkal segala bentuk gangguan kamtibnas baik berupa tindakan preman dan premanisme serta penyakit masyarakat lain, sehingga dapat menciptakan kondisi stabilitas kamtibnas yang aman, damai serta sejuk jelang pelaksanaan pemilihan calon legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

Hendri menjelaskan, berdasarkan kajian dari inteljen, banyak sekali gangguan kamtibmas berawal dari penggunaan dan peredaran miras, sehingga sasaran operasi, melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, masyarakat komunitas,, "diantaranya, ojek, rental mobil, lembaga pendidikan, tempat ibadah, lingkungan pemerintah dan tempat umum lain sebagainya sebagai sasaran utama pelaksanaan operasi," ungkapnya.

Juru bicara Polda Malut itu, menjelaskan, hasil operasi dibagi dalam dua kategori yakni, secara kualitas, "setelah dilakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dan secara kualitas telah dilakukan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Bina Kusuma II Kieraha tahun 2018 yang melibatkan Polda hingga Polres jajaran dengan kegiatan pembinaan dan penyiluhan sebanyak 180 kegiatan.

"Secara umum hasil dari operasi yang difokuskan pada peredaran minuman keras di beberapa jajaran Polres di bawah wilayah hukum Polda Malut, kota Ternate menempati ranking pertama pemberantasan miras, karena berhasil mengamankan captikus sebanyak 28 kantong/botol, miras jenis bir sebanyak 4.320 kaleng, bird putih sebanyak 600 botol, bir hitam 184 botol dengan jumlah temuan 6," kata Hendri

Sementara Polres Tidore Kepulauan temuan captikus sebanyak 5 botol ukuran air mineral dengan jumlah 2 temuan, Polres Kepulauan Sula  captikus sebanyak 84 kantong/botol  temuan sebanyak 4 kali, Polres Halmahera Timur captikus 57 kantong temuan 1 kali, Polres Halmahera Tenggah captikus 49 kantong temuan 3 kali, Polres Halmahera Barat captikus 247 kantong dan captikus jirigen 425 liter temuan 4 kali, Polres Halmahera Selatan captikus 9 kantong temuan 2 kali selama operasi Bina Kusuma Kieraha II tahun 2018.

Hendri juga membenerkan data pada kegiatan sasaran pada operasi Bina Kusuma II Kieraha 2018, dengan data, kegiatan sasaran pada komponen masyarakat telah terbina sebanyak 3.390 orang, terdiri dari warga masyarakat baik toga, topem dan tomas, komunitas ojek, rental mobil, komunitas buruh dan kelompok masyarakart lainya dari sasaran giat sebanyak 964 kegiatan. 

"Untuk lembaga pendidikan sebanyak 4.990 siswa yang telah di bina dengan tempat sasaran Universitas/kampus SMU SMP dengan sasaran giat sebanyak 86 kegiatan, dan untuk tempat ibadah sebanyak 4.670 orang yang telah dibina melalui masjid, pondok pasantren, gereja, kleteng dengan giat sebanyak 105 kegiatan, dan sasaran di lingkup pemerintahan sebanyak 184 orang melalui pembinaan di tingkat Kecamatan (Camat) Kelurahan/Desa, (Lurah/Kades) sebanyak 80 kegiatan yang sudah dilakukan dalam operasi Bina Kasuma II Kieraha tahun 2018 dengan jumlah 1.217 kegiatan dan sasaran yang sudah terbina sebanyak 13.234 orang. (red)


Reporter: Randy Basri