Home / Indomalut / Halsel
19 Oktober 2018

Ini Klarifikasi Kontraktor Proyek Pembangunan Perpustakan Di SD Negeri 199 Halmahera Selatan

Pembangunan Perpustakan SD Negeri 199 Di Halmahera Selatan

TERNATE, OT - Proyek pembangunan gedung perpustakan SD Negeri 199 Halmahera Selatan (Halsel) di Desa Jojame, yang dikritisi akademisi asal Halmahera Selatan, dibantah kontraktor yang menangani proyek tersebut.

Ridwan Subur, selaku kontraktor proyek pembangunan gedung perpustakaan saat menghubungi indotimur.com Jumat (19/11/2018) melalui telfon selulernya membantah tuduhan akademisi yang menyebut pihaknya tidak peduli dengan pendidikan di Halsel khususnya di Desa Jojame.

Dia menjelaskan, terkait proyek gedung perpustakan.SD Negeri 199 Halmahera Selatan (Halsel) di Desa Jojame, menggunakan anggaran APBD dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel, dengan nama kegiatan, Pembangunan perpustakan dengan nilai pagu Rp, 179.999,000,- itu, sudah mencapai 45 hingga 50 persen.

"Smentara anggaran yang terealisasi dikeluarkan oleh Dinas Dikbud Halsel, hanya 30 persen dan fakta di lapangan saya kerjakan itu lebih dari dana tersebut," kata Ridwan.

Dia membantah tuduhan akademisi yang menyebutnya tak peduli pendidikan, "bagi saya sanggat peduli terhadap kondisi pendidikan di Halmahera Selatan (Halsel). Buktinya ada beberapa kegiatan yang saya sudah kerjakan misalnya Dinas Kesehatan, alhamdulilah dari hasil pekerjan sudah mencapai 100 persen, kemudian kegiatan pembangunan satu ruang itu sudah tercapai 90 persen," jelasnya.

Ridwan menyatakan, apapun yang terjadi pihaknya akan kembali mengerjakan proyek pembangunan perpustakan sampai selesai, "karena kita akan menunggu dana tahapan kedua terealisasi dulu," ungkap Ridwan memberi keterangan klarifikasi.

Ridwan mengaku, ada  regulasi tahapan pencairan anggaran tersebut, ada tiga tahapan di tahapan pertama itu terealisasi 30 persen, sementara tahapan kedua dan ketiga belum ada pencairan sama sekali.

"Jadi wajar kalau sementara waktu pekerjan masih berhenti, karena kondisi anggaran di Pemda belum cair, oleh karena itu kami berspakat dengan pemerintah daerah untuk mencari sulusi kita akan melakukan hubungan kerja sama dengan pihak bank untuk bisa melanjutkan pembangunan tersebut", ungkap Ridwan.

Terkait papan proyek yang tidak dipasang di lokasi, Ridwan mengaku telah menyerahkan papan proyek tersebut kepada pekerja bangunan untuk memasang, namun para pekerja yang tidak memasang papan proyek tersebut.

"Jadi tidak ada menyangkut dengan dana yang sudah diberikan ke saya lalu saya salah gunakan bukan, tetapi angaran 30 tersebut sudah terbukti bahwa saya sudah kerjakan," pungkasnya.(red)


Reporter: Dedi Sero Sero