Home / Ekonomi / Bisnis
02 Februari 2019

Sambut ICCF Di Ternate, Disperindag Gandeng Ternate Azik Dan Jarkot

Kadis Perindag Kota Ternate, Nuryadin Rachaman

TERNATE,  OT - Untuk mendorong peningkatan daya saing usaha industri kecil dan meneggah yang ada di Kota Ternate sebagai produk lokal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Ternate menggandeng komunitas Ternate Azik melaksanakan workshop.

Pelaksanaan sosialisasi workshop dengan tema,"Untuk Mendorong Ekonomi Kreatif Yang Berbasis Teknologi Inovasi Dalam Menyambut ICCF Ternate Tahun 2019," dalam rangka membentuk pengembangan produk kearifan lokal oleh Industri Kecil Menegah (IKM) dan Usaha Kecil Menegah (UKM).

Kegiatan ini, dipusatkan di ruang pertemuan Waterboom Ternate, Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut).

Kadis Perindag Kota Ternate, Nuryadin Rachman, mengatakan dalam upaya menerapkan konsep ekonomi kreatif pada Industri Kecil dan Menengah, maka Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan program Peningkatan Kapasitas IPTEK Sistem Produksi melalui Kegiatan Sosialisasi dan Workshop Ekonomi Kreatif berbasis teknologi dan Inovasi dalam menyambut even ICCF 2019 yang dipusatkan di Ternate.

"Kegiatan ini menghadirkan empat pemateri yang akan memberikan informasi tentang produk berbasis kearifan lokal," ucap Nuryadin kepada sejumlah wartawan termasuk indotimur.com

Kata dia, dalam.menyambut Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang merupakan festival tahunan dalam menghimpun simpul-simpul kota kreatif di seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan di Kota Ternate pada bulan September 2019 maka rangkaian agenda perhelatan tersebut akan dipaparkan oleh Ketua Jarkot selaku pelaksana ICCF 2019.

Selain itu, ada pemateri dari unsur budayawan, serta materi tentang foto produk secara teknikal dan praktikal oleh Ketua Komunitas Ternate AZIK, dan workshop dari HREF yang merupakan tim pengembangan aplikasi Ternate AZIK.

"Ekonomi kreatif yang berbasis teknologi dan inovasi berkaitan dengan promosi aplikasi, untuk itu pengembangan aplikasi Ternate Azik akan ada perkembangan yang baru dari sebelumnya," terang Nuryadin seraya menyebut, aplikasi ini akan teris diperbaharui.

Selain aplikasi, lanjut Nuryadin, informasi prodak-prodak pelaku usaha IKM sudah bisa diperoleh melalui instagram, facebook serta media sosial lainnya yang mudah diakses masyarakat.

"Maka akat terupdate terus infomasi prodak IKM karena sudah mengikuti aplikasinya dengan ini akan terus ada perkembangan baru yang diharapkan dapat mendorong promosi," tambahnya.

Perkembangan jumlah IKM di Kota Ternate terus menunjukan trend positif dibanding pelaku usaha industri kecil dan menengah sebelumnya, "tahun 2016 tercatat ada 629 IKM dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.886 orang dengan nilai investasi sebanyak sebesar, Rp 25.486 milyar, "kemudian tahun 2017 IKM sebanyak 1.172, tenaga kerja 3.232 orang dengan nilai investasi Rp, 30.528 milyar, dan tahun 2018 IKM 1.261 dengan jumlah tenaga kerja 3.617 orang dan nilai investasi Rp, 49.916 milyar," terangnya.

 Nuryadin berharap, informasi dan pengetahuan yang diberikan dalam workshop ini, dapat menjadi inspirasi dan situmulus dalam pengembangan usaha industri kecil dan menegah untuk meningkatkan ekonomi pelaku usaha dan masyarakat secara umum.

"Tentu keberhasilan pelaku usaha industri kecil dan menegah merupakan salah satu parameter pencapaian Disperindag Kota Ternate," tutupnya. (red)


Reporter: Randy Basri